Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Suplemen Sinta
wbs
upg
Katam
pustaka

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini593
mod_vvisit_counterKemarin660
mod_vvisit_counterMinggu ini5064
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6072
mod_vvisit_counterBulan ini13973
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1028765

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 3.227.10.125
,
Hari ini: 17 Agus, 2019
Pertemuan Sosialisasi UPSUS SIWAB di Kutim PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sundari dan Sionita   
Rabu, 10 Mei 2017 06:49

Bertempat di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kutai TimurĀ  Kepala Dinas Pertanian membuka acara Pertemuan Sosialisasi dan Sinkronisasi UPAYA KHUSUS SAPI INDUKAN WAJIB BUNTING (UPSUS SIWAB). Pelaksanaan Sosialisasi dilaksanakan pada tgl 4 April 2017. Pertemuan dihadiri oleh Peneliti Penyuluh BPTP Balitangtan Kalimantan Timur, Dinas Peternakan Propinsi Kalimantan Timur, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur dan seluruh Ka.UPT Kabupaten Kutai Timur. Pertemuan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kutai Timur.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian Kutim mengatakan upaya percepatan swasembada daging terus dilakukan oleh pemerintah dengan meluncurkan berbagai program, salah satunya melalui program peningkatan populasi ternak ruminansia besar khususnya kerbau dan sapi. Untuk mengakselerasi percepatan target peningkatan populasi ternak dalam negeri, tahun 2016 Kementerian Pertanian telah meluncurkan program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting melalui Upsus SIWAB. Program tersebut dituangkan dalam peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang ditandatangani Menteri Pertanian pada tanggal 3 Oktober 2016. Pelaksanaan Upsus ini mulai berlaku efektif sejak bulan Januari 2017 di seluruh Indonesia.

Sementara itu Yakob Pengedongan selaku Kepala Bidang Pengembangan Pakan Hijauan Ternak mengatakan Upsus Siwab merupakan Program Nasional Kementerian Pertanian yang mulai dicanangkan. Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting merupakan program pemerintah untuk percepatan peningkatan populasi sapi baik potong maupun perah pemerintah tidak hanya bertujuan mencapai swasembada daging namun juga susu.Untuk mencapai keberhasilan program SIWAB ini, ada 6 hal yang dipastikan tepat sasaran, yaitu : (i) ketersediaan lahan, (ii) menurunnya gangguan reproduksi (iii) ketersediaan semen beku, (iv) ketersediaan N2 cair, (v) tenaga inseminator yang kompeten serta (vi) penyelamatan betina produtif.. Namun juga perlu diperhatikan bahwa peningkatan populasi, produktivitas dan produksi tersebut harus searah dengan upaya perbaikan taraf hidup peternak untuk dapat hidup lebih sejahtera.

Lebih lanjut dikatakan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Edith Hendartie Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Wajib Bunting) akan dilakukan Bimbingan Teknis Refreser iSIKHNAS bagi koordinator se Provinsi Kalimantan Timur. Siwab ini juga akan dipantau setiap hari, utamanya berapa sapi di IB, berapa yang bunting dan berapa yang beranak. Diharapkan petugas inseminator, PKB dan ATR yang selama ini sudah melaksanakan dapat melaporkan secara real-time melalui sms-gateway. Upsus SIWAB mencakup dua program utama yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (Inka).

Made Jaya Adhi Kepala Bidang Perbibitan dan Budidaya Prop. Kaltim mengatakan Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan pemerintah dapat tercapai pada tahun 2026 mendatang serta mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat. Upsus Siwab akan memaksimalkan potensi sapi indukan di dalam negeri untuk dapat terus menghasilkan pedet (anak sapi).

Drh. Sionita selaku penanggungjawab kegiatan pendampingan Upsus Siwab dan pengembangan kawasan ternak BPTP Kaltim mengatakan bahwa kegiatan sosialiasi yang dilaksanakan di Kutai Timur bertujuan untuk mengkomunikasikan rencana kegiatan. Tahapan kegiatan yang dilakukan setelah sosialisasi adalah mengidentifikasi teknologi eksisting perbaikan teknologi dan pelaksanaan pendampingan. Salah satu komoditas program strategis Kementerian Pertanian yang perlu mendapat pendampingan untuk meningkatkan produktivitas, salah satunya adalah komoditas sapi potong.


Pelaksanaan sosialisasi Upsus Siwab dimana program ini merupakan salah satu program Kementerian Pertanian dalam mendukung Peningkatan Swasembada Produksi dan Produktivitas Sapi di Indonesia. BPTP Balitbangtan Kaltim akan melaksanakan kegiatan pendampingan di 3 (tiga) Kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Timur antara lain Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupten Kutai Barat. Peran BPTP Balitbangtan melalui Program SIWAB memiliki 5 (lima) tahapan kegiatan antara lain Koordinasi, Sosialisasi, Pendampingan, Monitoring dan Evaluasi serta pelaporan. Hasil yang diharapkan dari Pendampingan SIWAB di BPTP Kalimantan Timur diharapkan terjadi percepatan penyebaran teknologi yang diintroduksikan dari BPTP ke petani di sekitarnya baik melalui IB Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (Inka) maupun perluasan areal pengembangan pakan ternak.


 
Joomla Templates by JoomlaVision.com