Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini48
mod_vvisit_counterKemarin635
mod_vvisit_counterMinggu ini48
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4128
mod_vvisit_counterBulan ini9684
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19784
mod_vvisit_counterSemua hari608444

Online (20 menit yang lalu): 9
IP Anda: 23.20.129.162
,
Hari ini: 18 Nov, 2017
KAPUL, Buah Eksotik dari Kutai Barat PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sumarmiyati dan Noor Roufiq A   
Minggu, 09 April 2017 09:21

Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki keanekaragaman sumber daya genetik (SDG) yang sangat besar yang tersebar di beberapa wiayah Kabupaten/Kota di Kaliamantan Timur. Sumber daya genetik tersebut antara lain tanaman pangan, hortikultura, biofarmaka, tanaman hutan, tanaman perkebunan, dan hewan yang merupakan salah satu sumber kekayaan alam di Provinsi Kalimantan Timur.

Keanekaragaman jenis buah-buahan lokal Kalimantan Timur memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah lainnya. Keberadaan buah-bah lokal di Kalimantan Timur saat ini menjadi sumber kekayaan yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan petani di daerah tersebut.

Kutai  Barat  merupakan  salah  satu  kabupaten  di Kalimantan Timur yang memiliki keanekaragaman sumber daya genetik (SDG) berupa  buah-buahan  lokal, diantaranya buah kapul atau tampoi (Baccaurea  macrocarpa). Buah kapul banyak ditemukan di daerah hutan dan  kebun pekarangan milik  petani. Kapul merupakan salah satu buah lokal yang biasa tumbuh di hutan atau pekarangan di pedalaman Kutai Barat,  Kalimantan Timur yang saat ini sudah mulai punah keberadaannya. Pelestarian dilakukan di pekarangan, kebun atau hutan sebagai habitat aslinya. Saat ini terdapat dua jenis kapul kapul besar dan kapul kecil (jentikan/kliwatn).

Asal-usul Buah Kapul :

Tanaman Kapul tumbuh dan berkembang di daerah hutan dan pekarangan dii Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Keunggulan : Merupakan tanaman buah eksotik yang memiliki rasa asam segar.

Diskripsi : Tinggi pohon 15 m, warna kulit batang cokelat abu-abu, keadaan getah sedikit lengket dan berwarna cokelat, bentuk tajuk payung dan rimbun, bentuk batang bulat, percabangan mendatar, letak cabang terendah 1-5 m, tekstur kulit batang kasar. Panjang daun 18,8 cm,lebar daun 7 cm, bentuk daun jorong, tipe daun majemuk datar, tepi daun rata, latak daun aternate, belahan daun simetris, warna daun bagian atas hijau tua, warna daun bagian bawah hijau, ujung daun meruncing, pangkal daun tumpul, permukaan daun bagian atas mengkilap, permukaan daun bagian bawah tidak mengkilap, arah daun menghadap keatas, warna tangkai daun cokelat. Jumlah daun baru/tangkai/siklus 8 helai. Tipe buah rata, bentuk buah bulat, berat buah 135 gram, panjang buah 6,34 cm, lingkar buah 6,56 cm, jumlah biji 5 biji, ketebaan kulit buah 8 mm, kadar gula (Brix) 19,60 Brix, warna daging buah putih, rasa daging buah manis asam.

Manfaat : Beberapa penelitian memaparkan kandungan nutrisi satu buah kapul terdiri dari serat 2,2%, lemak 1,1%, abu 0,9%, karbohidrat 34,6%, protein 1,5%, kadar air 61,9% dan Vitamin C 1,5%, serta mengandung senyawa kimia golongan saponin, alkaloid, dan flavanoid yang aktif.

Selain itu, buah kapul ini juga memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, bahkan kulitnya mengandung golongan senyawa alkaloid, polifenol. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa melalui uji aktivitas antibakteri kulit, buah kapul mengandung fraksi etil asetat yang bermanfaat untuk menghambat antibakteri paling tinggi terhadap pertumbuhan S. aureus dan E. coli.

Potensi Pengembangan Buah Kapul

Pengembangan  tanaman buah kapul  di  Kutai  Barat memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan karena tanaman  ini  banyak  disukai  oleh  masyarakat  karena termasuk buah eksotik dan berbuah melimpah setiap tahun. Manfaat kapul sebagai  buah  lokal  di antaranya  tidak mengandung  bahan  kimia  yang  berbahaya  bagi  kesehatan tubuh manusia karena dibudidayakan secara alami.

Tanaman  kapul  di Kutai  Barat mempunyai peluang untuk  dikembangkan  dan  dibudidayakan pada  habitat alaminya  mengingat sumber daya  alam  di  daerah  ini tersedia  cukup  luas,  kondisi  iklim  sesuai,  teknologi  budi daya tanaman cukup tersedia, sumber daya manusia cukup memadai, serta tersedianya  pasar  yang  cukup  luas  baik dalam maupun luar daerah.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com