Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2216
mod_vvisit_counterKemarin1004
mod_vvisit_counterMinggu ini3220
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6700
mod_vvisit_counterBulan ini20364
mod_vvisit_counterBulan Terakhir30202
mod_vvisit_counterSemua hari1118121

Online (20 menit yang lalu): 22
IP Anda: 3.227.3.146
,
Hari ini: 18 Nov, 2019
Kiat Sukses Berusaha Tani Kakao PDF Cetak E-mail
Oleh Sriwulan Pamuji Rahayu   
Kamis, 09 Februari 2017 06:53

Kakao merupakan satu diantara produk pertanian yang memiliki peran sangat penting dan cukup nyata serta dapat diandalkan, khususnya dalam hal penyediaan tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan pendapatan negara/devisa. Sebagian besar kakao yang dibudidayakan di Indonesia adalah perkebunan kakao rakyat yang tersebar di berbagai wilayah pengembangan, sehingga usahatani komoditas ini langsung berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

Satu diantara penghasil kakao nasional adalah provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan utara  banyak diusahakan di Kabupaten Nunukan, Kutai Timur, Malinau, Berau, Kutai Barat. Kementerian Pertanian telah menargetkan produksi biji kakao nasional 2 juta ton pada tahun 2020. Produktivitas kakao rakyat pada saat ini relatif rendah akibat hama penyakit serta tanaman yang relatif tua. Tanaman Kakao merupakan tanaman perkebunan yang mempunyai prospek menjanjikan, jika faktor tanah yang semakin keras dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman, serta faktor pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka tingkat produksi dan kulaitas akan rendah.

Budi daya Kakao di prov. Kaltim dan Kaltara mengalami beberapa kendala teknis seperti pengelolaan usahatani yang kurang baik, tanaman banyak yang sudah tua dan rusak; tanaman kurang terpelihara serta adanya gangguan hama dan penyakit; bencana alam (banjir); dan kekeringan serta terbakar. Upaya yang perlu dilakukan antara lain melalui konservasi tanah dan air, pengelolaan hara tanah, pemanfaatan bahan organik, integrasi tanaman dan ternak; serta penggantian tanaman kakao tua atau rusak dengan tanaman baru varietas unggul.

Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam berusahatani kakao supaya dapat meningkatkan pendapatan antara lain :

 

1. Pembuatan Rorak

Rorak adalah galian yang dibuat disebelah pokok tanaman untuk menempatkan pupuk organik dan dapat berfungsi sebagai lubang drainase. Rorak dapat diisi serasah tanaman kakao atau sisa hasil pangkasan dan gulma hingga penuh dan ditutup dengan tanah. Rorak dibuat pada jarak 75 -100 cm dari pokok tanaman tergantung dari lebar teras di pertanaman. Budidaya kakao di tingkat petani pada dasarnya sudah diterapkan dengan cukup baik. Upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman kakao dilakukan melalui penerapan standar teknis budidaya yaitu pemeliharaan tanaman dengan pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta pengendalian gulma, dan konservasi lahan.  Dalam konservasi lahan yang dilakukan adalah dengan pembuatan rorak, yaitu dengan membuat galian yang dibuat disebelah pokok tanaman untuk menempatkan pupuk organik dan dapat berfungsi sebagai lubang drainase. Ukuran rorak panjang, lebar, dan dalam yaitu :   100cm x 30-75cm x 30cm. Rorak dapat diisi serasah tanaman kakao atau sisa hasil pangkasan dan gulma hingga penuh dan ditutup dengan tanah. Setelah rorak penuh, harus membuat rorak baru di sebelah lain pokok tanaman, dan pembuatan rorak ini terus dilakukan sampai tiba di rorak awal yang sudah siap digali. Kompos yang dihasilkan dari rorak pertama ditaburkan ke piringan tanaman.

Gambar 2.  Pembuatan Rorak pada Kebun Kakao di Kec. Sebatik Timur Kab. Nunukan

Sumber : Dokumen pribadi

 

2. Pemupukan

Selain konservasi lahan dengan pembuatan rorak, pemupukan pada tanaman yang belum menghasilkan, tanaman yang telah menghasilkan, dan tanaman yang sudah tidak produktif lagi (tanaman tua) perlu dilakukan. Pupuk merupakan hal yang penting dalam proses tumbuh dan berkembangnya tanaman. Dengan pemberian pupuk yang cukup pada tanaman maka tanaman tersebut akan tumbuh dan berkembang secara optimal dan tercukupi ketersediaan unsur hara dan bahan organik yang dibutuhkan di dalamnya.

Pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK, Urea, SP-36/TSP, KCL, dan pupuk organik. Pupuk diberikan 2 kali dalam setahun pada bulan Mei dan November dengan cara meletakkan pupuk di parit atau alur yang dibuat mengelilingi pohon dan kemudian menutupnya kembali dengan tanah. Pupuk NPK sebanyak 350-500kg/ha/th diberikan untuk tanaman umur 0-1 tahun dosis 25-30 gr/ph/th, umur 1-2 tahun dosis 100-125gr/ph/th, umur 2-3 tahun dosis 250-300gr/ph/th, dan umur >4 tahun dosis 350-500gr/ph/th. Sedangkan jika menggunakan pupuk Urea, SP-36/TSP, dan KCL dengan dosis disesuaikan dengan umur tanaman yaitu 200-220 gr/ph/th Urea, 150-180 gr/ph/th SP-36/TSP, dan 150-170 gr/ph/th KCL. Pupuk organik diberikan dengan dosis 200 gr/ph/th. Burhansyah dan Puspitasari (2010) merekomendasikan bahwa tanaman kakao di Sekayam Kalimantan Barat pada umur 3-4 tahun di berikan pupuk NPK (15:15:15) sebesar 552 gr/ph/th dan pada umur 4 tahun diberikan 674,7 gr/ph/th.

 

3. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Untuk mencegah supaya buah kakao tidak terserang oleh hama dan penyakit tanaman, maka perlu dilakukan dengan penyarungan buah. Penyarungan dilakukan pada setiap buah sebesar baterai besar.  Pengendalian dilakukan dengan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan dengan pengamatan secara periodik.

Gambar 3.  Buah Kakao yang terserang Hama dan Penyakit di lahan Petani di Kelurahan Gunung Tabur Kabupaten Berau

Sumber foto: Dokumen pribadi

Gambar 4. Penyarungan Buah Kakao di Kec. Sebatik Timur Kab. Nunukan

Sumber foto : Dokumen pribadi

 

4. Pemangkasan

Tujuan pemangkasan adalah untuk menjaga/pencegahan serangan hama atau penyakit, membentuk pohon, memelihara tanaman dan untuk memacu produksi.

a)    Pemangkasan bentuk :  (1)   Fase muda, dilakukan pada saat tanaman berumur 8-12 bulan dengan membuang cabang yang lemah dan mempertahankan 3-4 cabang yang letaknya merata ke segala arah untuk membentuk jorquette (percabangan); (2)  Fase remaja, dilakukan pada saat tanaman berumur 18-24 bulan dengan membuang cabang primer sejauh 30-60 cm dari jorquette (percabangan)

b)   Pemangkasan pemeliharaan, yaitu membuang tunas yang tidak diinginkan, cabang kering, cabang melintang dan ranting yang menyebabkan tanaman terlalu rimbun.

c)   Pemangkasan produksi, bertujuan untuk mendorong tanaman agar memiliki kemampuan berproduksi secara maksimal. Pemangkasan ini dilakukan untuk mengurangi kelebatan daun.

Gambar 5.  Pemangkasan tanaman Kakao oleh Petani di kec. Sebatik Timur Kabupaten Nunukan

Sumber foto: dokumen pribadi

 

5. Penyiangan

Penyiangan adalah membersihkan tanaman atau rumput pengganggu yang tumbuh disekitar tanaman utama. Penyiangan biasanya hanya membersihkan yang jaraknya denkat dengan tanaman utama yaitu kakao, sedangkan tanaman atau ruput yang tumbuh tetapi jaraknya cukup jauh dengan tanaman utama tidak perlu dibersihkan.

Gambar 6. Sanitasi Kebun dilakukan  dengan Penyemprotan Herbisida pada gulma disekitar tanaman kakao di Kec. Sebatik Timur Kab. Nunukan

Sumber foto: Dokumen pribadi

 

Rekomendasi Teknologi

Introduksi teknologi yang direkomendasikan pada tanaman kakao adalah :

No.

Komponen Teknologi

Rekomendasi

Keterangan

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dosis Pupuk

NPK 350-500 kg/ha/tahun

Umur tanaman:

0-1      =  25-30 Kg

1-2      =  100-125 kg

2-3      =  250-300 kg

≥  3    =  350-500 kg

 

Umur tanaman 1-4 tahun  (gr/ph/th)

UREA                =  200

SP-36/TSP         =  150

KCL                   =  150

Pupuk organik   =  200

 

Umur tanaman ≥ 4 tahun (gr/ph/th)

UREA                 =  220

SP-36/TSP          =  180

KCL                    =  170

Pupuk Organik   = 200

 

Pupuk diberikan 2 kali (pada bulan Mei dan November) dalam setahun dengan cara meletakkan pupuk di parit atau alur yang dibuat mengelilingi pohon dan kemudian menutupnya kembali dengan tanah

2.

Pembuatan Rorak

Ukuran rorak (panjang, lebar dan kedalaman) 100 cm x 30 cm-75 cm x 30 cm

Jarak rorak dari pokok tanaman 75 cm – 100 cm

 

Rorak adalah galian yang dibuat disebelah pokok tanaman untuk menempatkan pupuk organin dan dapat berfungsisebgai lubang drainase. Rorak dapat diisi serasah tanaman kakao atau sisa hasil pangkasan dan gulma hingga penuh dan ditutup dengan tanah. Setelah rorak penuh, harus membuat rorak baru di sebelah lain pokok tanaman, dan pembuatan rorak ini terus dilakukan sampai tiba di rorak awal yang sudah siap digali. Kompos yang dihasilkan dari rorak pertama ditaburkan ke piringan tanaman.

 

3.

Pengendalian Organisme pengganggu tanaman (OPT)

- pengendalian Hama terpadu tanaman

-      Sarungisasi

-  melakukan pengamatan secara periodik

- penyarungan dilakukan setiap ada buah sebesar baterai besar

4

Pemangkasan

-    pangkas tunas air

-    Pangkas berat

-    Pangkas ringan

-      Pangkas tunas air dilakukan setiap bulan

-      Pangkas berat dilakukan pada bulan oktober

-      Pangkas ringan dilakukan pada bulan Februari, April, Juli, dan Desember

 

REFERENSI :

_________ . 2013.  Laporan akhir pendampingan Gernas Kakao di Kaltim. BPTP Kaltim. Samarinda.

Rahayu Sriwulan Pamuji,  Sumarmiyati. 2015. Review: Peluang pengembangan tanaman kakao di kec. Sebatik Timur Kab. Nunukan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. Depok.  Vol.1 No.2, 2015.

Rahayu Sriwulan P., Darniati Danial, M. Hidayanto. 2016. Perbaikan pola usahatani untuk meningkatkan pendapatan melalui progran gerakan nasional (Gernas) kakao di kab. Nunukan prov. Kaltim. Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas Indonesia. Surakarta.  Vol.5 No.1,  2016.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com