Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
upg
Suplemen Sinta
wbs
Katam
pustaka

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini850
mod_vvisit_counterKemarin947
mod_vvisit_counterMinggu ini6227
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6692
mod_vvisit_counterBulan ini19018
mod_vvisit_counterBulan Terakhir24645
mod_vvisit_counterSemua hari1058455

Online (20 menit yang lalu): 20
IP Anda: 18.206.16.123
,
Hari ini: 21 Sep, 2019
Potensi Genetik Lai (Durio kutejensis) di Desa Batuah PDF Cetak E-mail
Oleh Fitri H   
Selasa, 24 Januari 2017 13:08

Pulau Kalimantan merupakan centre of origin (tempat asal berkembangnya suatu spesies tanaman) sekaligus centre of diversity (wilayah di mana suatu spesies dikembangkan secara intensif) dari kerabat durian (Durio spp.). Sampai saat ini sudah ditemukan 22 spesies durio yang berasal dari pulau Kalimantan, baik yang termasuk dalam wilayah Kalimantan-Indonesia, Sabah dan Serawak-Malaysia, maupun Brunei, di mana salah satunya adalah Durio kutejensis (lai). Lai merupakan spesies durian unik dengan ciri khas pada warna daging buah yang sangat atraktif mulai dari kuning sampai oranye kemerahan, serta aroma buah yang lembut bahkan ada yang tidak berbau.

Salah satu sentra produksi lai di provinsi Kalimantan Timur adalah desa Batuah, kecamatan Loa Janan, kabupaten Kutai Kartanegara. Desa Batuah terletak di dalam kawasan hutan konservasi Tahura Bukit Soeharto, sehingga di wilayah ini lai termasuk salah satu komoditas tanaman keras yang banyak dikembangkan dalam sistem agroforestri. Agroforestri merupakan sistem pengelolaan lahan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di sekitar hutan dengan memprioritaskan partisipasi aktif masyarakat dalam memperbaiki lingkungan yang rusak dan berlanjut dengan memeliharanya. Lai merupakan spesies lokal pohon bermanfaat ganda (MPTS/Multi Purpose Tree Species) yang selain berfungsi sebagai tanaman untuk konservasi lahan, dapat juga dimanfaatkan hasil buahnya. MPTS lokal lebih unggul jika dibandingkan dengan jenis kayu-kayuan bermanfaat tunggal, antara lain karena berasal dari habitat asli, telah teruji dan mampu beradaptasi dengan lingkungan, melestarikan keanekaragaman hayati, secara finansial bernilai ekonomi tinggi dan disukai masyarakat. Oleh karena itu MPTS, terutama MPTS unggulan lokal, lebih cenderung memiliki sifat konservatif, karena tanaman tersebut jarang ditebang oleh masyarakat.

Habitat alami lai adalah hutan dipterokarpa baik primer maupun sekunder. Sejak ratusan tahun yang lalu, masyarakat dayak telah mengenal kegiatan mengambil dan mengumpulkan sumber pangan dari dalam hutan, termasuk buah-buahan dari marga Durio, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun lambat laun kegiatan tersebut mulai ditinggalkan karena jarak yang jauh dan waktu tempuh yang lama. Selain itu juga ada kekhawatiran akan punahnya sumber-sumber pangan tersebut jika terus menerus diambil. Oleh karena itu dibuat kesepakatan untuk bercocok tanam sumber pangan di sekitar tempat tinggal mereka, di mana salah satunya adalah jenis-jenis durio termasuk lai, sehingga saat ini lai banyak dibudidayakan oleh masyarakat baik di kebun maupun pekarangan.

Sejak dibudidayakan oleh masyarakat dayak ratusan tahun yang lalu, umumnya lai diperbanyak dengan biji. Sementara lai merupakan tanaman menyerbuk silang yang memungkinkan terjadinya perkawinan acak antara setiap tanaman dalam satu populasi, sehingga biji-biji yang dihasilkan dari suatu pohon memiliki variasi genetik yang besar. Perbanyakan tanaman dengan biji akan menyebabkan keragaman genetik lai dalam suatu populasi semakin tinggi dari waktu ke waktu. Keragaman genetik memegang peranan yang sangat penting dalam program konservasi genetik dan pemuliaan suatu spesies. Salah satu metode pemuliaan yang umum dilakukan pada spesies tanaman tahunan adalah melalui eksplorasi genetik di wilayah-wilayah dengan keragaman genetik yang tinggi.Eksplorasi merupakan kegiatan pencarian bahan-bahan genetik tanaman untuk meningkatkan keragaman genetik koleksi plasma nutfah yang sudah ada. Dari koleksi tersebut kemudian dipilih genotipe dengan karakter-karakter unggul untuk dijadikan sumber gen dalam merakit varietas baru, atau untuk dilepas sebagai varietas unggul.

Lai Batuah, lai Kutai dan lai Mahakam merupakan varietas-varietas lai hasil eksplorasi yang kemudian dilepas sebagai varietas unggul nasional. Ketiga varietas tersebut berasal dari desa Batuah.Selain tiga varietas tersebut, desa Batuah masih memiliki banyak sekali varietas lai lokal dengan keunggulannya masing-masing meskipun belum dilepas sebagai varietas unggul nasional. Sekitar tahun 2004/2005, dilakukan kegiatan eksplorasi genetik lai di desa Batuah untuk mencari lai-lai lokal yang dinilai unggul. Tahun 2006 genotipe-genotipe lai hasil eksplorasi tersebut diikutkan dalam kontes buah lai di desa Batuah untuk mendapatkan lai unggul yang akan dilepas sebagai varietas unggul nasional, di mana pemenangnya adalah lai Kutai dan lai Mahakam yang kemudian dilepas sebagai varietas unggul nasional pada tahun 2007 dan 2009. Selain dua varietas tersebut, varietas-varietas lain hasil eksplorasi tetap dikembangkan oleh masyarakat bahkan beberapa telah diberi nama oleh masyarakat berdasarkan ciri khas dari buah atau pohonnyaseperti lai Kuning, lai Besar, lai Bara, lai Gincu, lai Belimbing, lai Apel, dan lai Merah.

Beberapa penelitian telah dilakukan terkait dengan keragaman genetik genotipe-genotipe lai yang tumbuh di Desa Batuah, yang mana menunjukkan bahwa keragaman genetik lai di wilayah ini memang sangat tinggi. Secara fenotipe, pohon-pohon lai yang tumbuh di desa ini memang sangat beragam baik pada karakter pohon, daun, bunga, buah maupun bijinya. Pengamatan menggunakan penanda DNA/molekuler juga menunjukkan keragaman yang tinggi antar genotipe yang dipilih sebagai sampel. Keragaman genetik yang tinggi harus dipertahankan bahkan dikembangkan untuk mempertahankan sifat yang sudah ada serta memperoleh sifat baru yang diinginkan sehingga ketersediaan sumberdaya genetik dapat terjamin.

 


 

REFERENSI

Bioversity. 2007. Descriptors for durian (Durio zibethinus Murr.). Bioversity International. Roma, Italia.

Handayani F. 2016. Keragaman genetik lai berdasarkan penanda morfologi dan inter simple sequence repeat. Tesis. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Handayani F, Wulandari RA, Murti RH. 2015. Potensi genetik lai di desa batuah sebagai spesies lokal untuk agroforestri di kawasan tahura Bukit Soeharto. Prosiding seminar nasional pengelolaan SDA. Universitas Diponegoro, Semarang.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com