Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Suplemen Sinta
wbs
upg
Katam
pustaka

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini263
mod_vvisit_counterKemarin877
mod_vvisit_counterMinggu ini4204
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini18204
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1032996

Online (20 menit yang lalu): 11
IP Anda: 35.173.48.224
,
Hari ini: 23 Agus, 2019
5 Langkah Tingkatkan Mutu Hasil Panen Padi PDF Cetak E-mail
Oleh Rina D   
Kamis, 19 Januari 2017 14:24

Salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan produksi padi adalah dengan menyebarluaskan penanaman Varietas Unggul Baru (VUB). Beberapa jenis padi tersebut menimbulkan masalah baru bagi petani, misal karena sifatnya yang mudah rontok sehingga faktor waktu dan cara panen sangat menentukan prosentase susut dan kerusakan gabah yang dihasilkan.

Jika panen terlalu awal, akan banyak dihasilkan bulir keriput, bulir hijau dan bulir mengapur, sehingga tidak akan tahan disimpan serta rendemen berasnya rendah apabila digiling. Sebaliknya bila panen terlambat, mengakibatkan prosentase susut semakin tinggi karena gabah rontok bertambah banyak dan prosentase beras pecah tinggi.

Anjuran Panen dan Perontokan

Keringkanlah sawah 7-10 hari sebelum panen, agar dihasilkan kematangan padi yang lebih merata dan lebih cepat. Lakukan pemanenan pada umur 33-36 hari setelah berbunga merata. Pada keadaan ini kerontokan gabah dengan diremas oleh tangan sekitar 25-30%. Gunakan sabit yang tajam waktu memanen dan biasakan menggunakan tikar atau wadah lainnya untuk mengumpulkan hasil panen padi, agar gabah tidak tercecer di tanah dan tidak bertambahnya kadar kotoran karena tanah atau pasir.

Lakukan perontokan secepatnya setelah panen dengan jalan diinjak-injak/ diirik, dihempas/ dipukulkan pada bambu/ kayu atau menggunakan alat perontok pedal thresher, power thresher. Untuk menghindari hilangnya gabah karena terlempar, gunakan kelambu plastik dan alas dari tikar bambu yang dianyam, plastik atau lainnya yang cukup luas.

Pembersihan

Pembersihan gabah dengan menghilangkan bulir hampa dan benda asing lainnya akan mempertinggi daya simpan gabah, mempertinggi rendemen penggilingan dan mempertinggi harga jual persatuan berat. Lakukan pembersihan gabah segera setelah perontokan dan pada saat pengeringan dengan cara diayak, ditampi/ dianginkan, atau menggunakan alat manual blower/ cleaner.

Selama proses pembersihan, gunakanlah alas dari tikar bambu, karung, plastik atau lainnya untuk menghindari banyaknya gabah yang hilang. Ulangi terus pembersihan ini sampai gabah cukup bersih (kadar hampa dan kotoran maksimal +3%). Apabila pembersihan dilakukan menggunakan alat pembersih manual blower, pilihlah yang mudah dioperasikan, ringan, mudah dipindah-pindahkan, berkapasitas tinggi dan tahan lama.

Pengeringan

Karena kadar air gabah yang baru dipanen berkisar 20-22%, maka usaha untuk menurunkan kadar air gabah menjadi maksimum 14% sehingga gabah tidak akan mudah rusak pada waktu disimpan dan akan diperoleh mutu beras yang baik waktu digiling. Untuk mengurangi butir kuning, lakukanlah pengeringan segera setelah perontokan dan pembersihan. Tempat untuk menjemur gabah harus banyak menerima sinar matahari, bebas banjir, dan bebas dari gangguan binatang. Terlambat melakukan pengeringan akan menurunkan mutu beras yang dihasilkan.

Untuk menghindari terjadinya gabah retak jangan melakukan penjemuran dengan lapisan gabah yang terlalu tipis. Bila cuaca cerah, gunakanlah lapisan setebal 5-7 cm, dan setiap 2 jam sekali dilakukan pembalikan. Waktu yang baik untuk penjemuran sekitar jam 07.00 sampai jam 16.00, pada saat itu intensitas cahaya matahari cukup tinggi.

Penyimpanan

Untuk mempertahankan mutu gabah lebih lama, gunakanlah gudang/ lumbung yang bersih dan konstruksinya memenuhi syarat sebagai tempat penyimpanan. Gudang/ lumbung harus mempunyai lubang angin yang cukup baik, dapat mengalirkan udara panas dan  kelembaban. Gunakanlah alas penyimpanan setinggi ±15 cm di atas lantai bila gudang/ lumbung berlantai semen, agar bahan yang disimpan tidak kontak langsung dengan lantai dan memudahkan terjadinya sirkulasi udara.

Hindari adanya celah-celah pada dinding gudang yang dapat digunakan sebagai tempat persembunyian serangga atau hama lain. Sekeliling gudang harus bersih dari semak-semak dan tanaman agar gudang tidak lembab dan tidak dapat dimanfaatkan oleh tikus. Letak gudang harus strategis, sebaiknya memanjang dengan arah timur barat. Hal ini untuk menghindari terlalu lamanya luas dinding yang terkena sinar matahari.

Gunakanlah prinsip “gabah yang pertama masuk adalah merupakan yang pertama keluar” dengan cara membuat pintu keluar gabah di bagian bawah tempat penyimpanan. Bila gabah disimpan lama +3 bulan setelah penyimpanan, lakukanlah penjemuran selama 1-2 hari. Hindari penggunaan pestisida dalam penyimpanan gabah. Bersihkan terlebih dahulu gudang setiap kali akan memasukkan gabah baru. Keluarkan gabah stok lama sehingga dalam penyimpanan tidak ada sisa gabah lama yang dapat merupakan sumber penularan hama gudang.

Pengangkutan

Gunakan alat angkut dan wadah yang praktis dan rapat, mudah diperoleh, dan terlindung dari air hujan. Hindari penggunaan ganco pada saat memuat, agar gabah tidak jatuh berceceran karena rusak atau bocor.

Dari berbagai sumber

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com