Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
Katam
upg
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini562
mod_vvisit_counterKemarin944
mod_vvisit_counterMinggu ini4578
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6899
mod_vvisit_counterBulan ini11477
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1143032

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 3.234.214.113
,
Hari ini: 12 Des, 2019
Kurangi Pengeluran Kebutuhan Rumah Tangga dengan Memanfaatkan Pekarangan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Margaretha   
Senin, 16 Januari 2017 15:10

Samarinda, 13.01.2017 Mahalnya harga cabai yang mencapai Rp 200.000,- membuat BPTP Kaltim harus mensosialisasikan berbagai informasi mengenai cabai mulai dari penyebab hingga cara menghadapinya. Salah satunya adalah melalui siaran radio yang dikemas lewat program “Obrolan Malam” di RRI Pro 1 Samarinda, yang disiarkan pada pukul 19.00 – 20.00 WITA.

Materi yang disampaikan cukup beragam mulai dari cara menanam cabai, bibit yang digunakan, Penyakit/hama yang sering menyerang cabai, pemberantasan hama serta berbagai teknologi inovasi terkait cabai. Dengan narasumber Ka. BPTP Balitbangtan (Dr. Ir. M.Hidayanto, MP), Peneliti (Wawan Banu Prasetyo, SP) serta Humas (Margaretha, S.Sos, M.Sc).

Siaran mendapat respon yang sangat bagus dari masyarakat terutama di kalangan petani. Hal ini terlihat dari banyaknya petani berperan aktif dengan menghubungi RRI, baik melalui jalur telefon maupun SMS. Berbagai macam pertanyaan maupun masukan serta keingintahuan mereka akan inovasi serta teknologi pertanian khususnya mengenai cabai.

Pada kesempatan tersebut M.Hidayanto menjelaskan bahwa penyebab tingginya harga cabai adalah karena pasokan yang tidak stabil, rantai pasok yang terlalu panjang ( 5 – 6 perantara), Curah hujan tinggi yang mengakibatkan bunga cabai rontok sehingga produktivitas menurun serta serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Beberapa solusi untuk menghadapi hal tersebut adalah  dengan menggunakan benih berkualias seperti benih cabai amfibi, budidaya off season, Penyimpanan dan pengolahan saat produksi melimpah serta yang paling disarankan saat ini adalah “Gerakan Tanam Cabai (Gertam Cabai)”, lanjut M.Hidayanto.

Gertam Cabai adalah gerakan untuk melakukan tanam cabai di pekarangan baik dengan menggunakan polybang, kaleng atau pot. Gerakan yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian ini bertujuan untuk mengurangi pengeluaran harian rumah tangga, khususnya kebutuhan akan cabai. Selain cabai masyarakat juga dapat menanam sayuran lainya serti bawang, tomat, seledri dan sayuran lainnya.

Walau sudah disosialisasikan lewat RRI Pro 1 Samarinda, M.Hidayanto menjelaskan bahwa masyarakat baik petani maupun bukan petani yang ingin mendapat inovasi serta teknologi pertanian dapat datang langsung ke Kantor BPTP kaltim. “Bahkan bila ada permasalahan ataupun kendala yang ditemui dalam berusaha tani, apapun yang menjadi keluhan BPTP Kaltim siap membantu “ Ujar M.Hidayanto diakhir acara.

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com