Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini289
mod_vvisit_counterKemarin808
mod_vvisit_counterMinggu ini5038
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini19038
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1033830

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 34.204.179.0
,
Hari ini: 24 Agus, 2019
Kukar Targetkan 21 Ribu Ha untuk MT. April-September 2017 PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Margaretha   
Selasa, 01 November 2016 15:02

“Kutai Kartanegara akan menjadi lumbung pangan di Kaltim, sehingga mampu menyokong target kekurangan dari Kabupaten Lain” ujar kepala BPTP Kaltim (Dr. Ir.M.Hidayanto MP) pada saat pembukaan rapat koordinasi Upaya Khusus (Upsus) di Tenggarong, 26 Oktober 2016.

kepala BPTP Kaltim (Dr. Ir.M.Hidayanto MP) dalam sambutannya pada acara Rakor Upsus di Tenggarong 26 Oktober 2016

Rakor yang dilaksanakan di Kodim 09/06 Tenggarong dihadiri oleh  60 peserta yang terdiri dari Dandim 09/06 Tenggarong (Letkol Kav. Ari Permana Sakti SIP), Kepala Dinas Pertanian Kab. Kukar (Ir.Sumarlan J SP,MP), Kepala Badan Pusat Statistik Kab.Kukar, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Kab. Kukar, Kepala UPTD Se-Kab.Kukar, Kepala BP3K se-Kab.Kukar, Danramil Kab.Kukar dan Kota Bontang.

Target musim tanam April – September adalah 21 ribu Ha dengan realisasi 18.230 Ha dengan kata lain capaian 83 %. Melihat ini segala upaya melalui sinergi seluruh instansi terkait harus dikerahkan untuk mensukseskan target priode Tanam Oktober – Maret 2017.

Masing – masing kepala UPTD dan BP3K  setiap kabupaten memberikan prediksi capaian luas tambah tanam musim tanam Oktober 2016 – Maret 2017 di wilayahnya. Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang timbul dalam pencapaian target.

Perbedaan data yang diberikan oleh dinas Pertanian dengan BPS yang paling dijumpai, namun untuk itu kepala BPS langung menjelaskan letak perbedaannya. Sehingga kedepan diharapkan dalam penyampaian laporan tersebut agar sesuai jadwal, wilayah yang terdaftar begitu juga dengan luas tanam dan produksi harus real. Data yang diberikan tidak diambil secara proporsif, karena BPS memotret kondisi sebenarnya.

“Permasalahan lain yang muncul pada saat cetak sawah (pembukaan lahan baru) ternyata tingkat keasaman dari lahan tersebut sangat tidak bagus, sehingga lahan seluas 4 Ha rusak” ujar Kepala BP3K yang berasal dari muara kaman.

Menanggapi hal tersebut Kepala BPTP menegaskan bahwa BPTP akan memberikan teknologi serta inovasi yang dimiliki untuk menetralisir lahan tersebut sehingga tidak terjadi kegagalan karena tingkat keasaman tanah.

“Peran penyuluh tidak kalah penting dalam hal ini, karena mampu menjembatani antara teknologi dengan aplikasinya. Benih dan pupuk memberikan pengaruh langsung terhadap peningkatan produktivitas tetapi penyuluh memberikan pengaruh tidak langsung” ujar Sumarlan.

Pencapaian swasembada pangan merupakan tugas bersama, seluruh pihak harus saling berkontribusi dan bersinergi. Mandiri Borneo Pangan 2018 seperti yang diucapkan oleh Menteri Pertanian pasti akan terwujud.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com