Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2223
mod_vvisit_counterKemarin1004
mod_vvisit_counterMinggu ini3227
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6700
mod_vvisit_counterBulan ini20371
mod_vvisit_counterBulan Terakhir30202
mod_vvisit_counterSemua hari1118128

Online (20 menit yang lalu): 24
IP Anda: 3.227.3.146
,
Hari ini: 18 Nov, 2019
VUB Tingkatkan Produksi Hingga 2 Kali Lipat PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Margaretha   
Jumat, 28 Oktober 2016 14:55

Teluk Pandan(21/10/2016). “Kami sangat berterima kasih atas pendampingan serta Varietas Unggul Baru (VUB) yang diberikan oleh BPTP Kaltim, karena telah terbukti mampu meningkatkan hasil produksi” Ujar Bupati Kutai Timur (Ir.H. Ismunandar MT). Hal  ini disampaikan saat melakukan panen bersama di Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan Kab. Kutai Timur pada hari Jumat, 21 Oktober 2016.

Lahan seluas 17 Ha siap panen tersebut ditanami oleh berbagai jenis varietas diantaranya Sarinah, VUB ( Inpari 22 dan Inpari 30). Petani di desa Teluk Pandan banyak menanam Sarinah karena sudah terbiasa dan susah diajak untuk merubah. Tetapi dengan hasil panen yang diperoleh petani  melihat secara langsung perbedaannya.

Hasil ubinan diperoleh Inpari 22 (5,68 ton GKP/Ha) dan Inpari 30 (6,6 ton GKP/Ha) cukup memuaskan bila dibandingkan varietas Sarinah hanya 2,9 ton GKP/Ha. Terjadi peningkatan 2 kali lipat dari Varietas Sarinah yang biasa digunakan, karena varietas Sarinah tidak tahan terhadap penyakit busuk leher.

“Kegiatan ini merupakan upaya mendukung Swasembada Pangan, segala strategi, inovasi serta teknologi akan dilakukan untuk peningkatan luas tanam dan produktivitas. Kutim kedepan diharapakan dapat menjadi sentra produksi pangan dan lumbung pangan, sehingga tidak lagi mendatangkan dari daerah lain (Sulawesi dan Jawa Timur)  seperti yang terjadi saat ini”, ujar Kepala BPTP Kaltim, Dr.Ir.M.Hidayanto MP.

Pada kesempatan itu juga Kepala BPTP Kaltim mengatakan bahwa bila pengolahan serta penggunaan bibit tepat, maka  panen dapat dilakukan hingga tiga kali dalam setahun. Hal ini disebabkan air yang merupakan kebutuhan utama dalam bertani tidak menjadi permasalahan di Kutim khususnya di Desa Teluk Pandan.

“Wah kalau bisa tiga kali panen, dapat dibayangkan berapa ton padi yang dapat dihasilkan oleh petani Kutim. Bila hal ini terjadi maka krisis pangan, terutama tehadap padi lokal dapat teratasi” ujar ismundar.

Oleh sebab itu Bupati Kutim menegaskan kepada seluruh pihak khususnya Gapoktan untuk tidak lagi alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan, sehingga sektor pertanian dapat berkembang dimasa yang akan datang.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan tanam bersama dan penyerahan bantuan benih label putih dari BPTP Kaltim sebanyak 300 kg. Benih ini cukup untuk pengembangan 15 Ha yang akan dijadikan sebagai sumber benih yang ada di lokasi sekitar. Harapannya petani sudah memiliki stok benih untuk penanaman musim berikutnya, sehingga permasalahan kekurangan benih pada musim tanam tidak terjadi lagi.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com