Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini288
mod_vvisit_counterKemarin808
mod_vvisit_counterMinggu ini5037
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini19037
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1033829

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 34.204.179.0
,
Hari ini: 24 Agus, 2019
Jeruk Bulungan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh M. Rizal   
Senin, 09 Agustus 2010 08:57

Sejak beberapa tahun silam permintaan akan jeruk mandarin (keprok dan siam) terus meningkat hal ini disebabkan penampilan, mutu buah dan cita rasa buah yang lebih manis. Indonesia memiliki beragam jenis jeruk yang berkualitas baik dan berpotensi untuk mengisi permintaan luar negeri maupun dalam negeri. Oleh karena itu diperlukannya program pengembangan jeruk secara nasional hal ini dimaksudkan untuk mensubstitusi impor dan memberi nilai tambah ekonomi bagi petani sehingga dapat lebih menggerakkan roda perekonomian daerah sentra. Pengembangan jeruk secara nasional dilakukan secara komprehensif yang membutuhkan dukungan instansi terkait baik di tingkat pusat maupun daerah dalam bentuk penyediaan sarana perbenihan, pendampingan penerapan GAP/SOP, pengembangan SDM petani dan petugas, dukungan kelembagaan tani (asosiasi) serta pembangunan infrastruktur pengairan dan jalan usaha tani. Namun disisi lain terdapat pula berbagai permasalahan yang sering dihadapi dalam pengembangan jeruk secara nasional antara lain mencakup luas lahan/areal pertanaman masih sedikit, ketersediaan benih/bibit jeruk belum mencukupi, infrastruktur perbenihan (Pohon induk, Blok Fondasi dan BPMT) belum sepenuhnya memadai dan baru sebagian kecil daerah yang memiliki fasilitas tersebut untuk pengembangannya serta infrastruktur pengairan, jalan usahatani dan sarana belum tersedia dengan baik dan optimal. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memberikan kemudahan-kemudahan dalam mendukung pembangunan pertanian diberbagai sektor, diantaranya sektor perkebunan, peternakan, perikanan, pertanian tanaman pangan, holtikultura serta kehutanan untuk hutan tanaman Industri (HTI) yang semuanya saat sekarang ini mendapat perhatian utama dari pemerintah dengan diberikan anggaran yang besar untuk sektor ini dengan peluang usaha yang terbuka luas. Salah satu sektor yang memiliki potensi kedepan yang sangat produktif dan terus dikembangkan dalam mendukung pembangunan pertanian di Kalimantan Timur adalah sektor tanaman hortikultura dalam hal ini pengembangan budidaya jeruk bebas penyakit. Kabupaten Bulungan merupakan salah satu daerah dalam pengembangan sentra produksi jeruk di Kalimantan Timur dengan sub agroekosistem lahan pasang surut. Pengembangan jeruk dikawasan ini dipusatkan di Desa Tanjung Palas Hilir (Tanjung Buyu) yang dimulai sejak tahun 2002 hingga sekarang (2010) dan dari tahun ketahun terus mengalami perkembangan baik menyangkut areal pertanaman, mutu buah, hasil produksi dan penggunaan bibit berlabel bebas penyakit.

Gambar 1. Budidaya jeruk lahan pasang surut di Kabupaten Bulungan Sejak awal pembukaan areal baru, tanaman jeruk yang dibudidayakan dikawasan ini seluas ± 40 ha, dan mengalami perkembangan sampai sekarang mejadi seluas ± 300 ha sedangkan hasil produksi mengalami peningkatan antara 900 – 1100 kg/ha sekali panen dan peningkatan nilai jual antara Rp. 3.000 – Rp. 5.000. Untuk perbanyakan tanaman dilakukan secara okulasi / tempel dengan menggunakan bibit berlabel bebas penyakit yang batang bawahnya menggunakan varietas JC dan batang atas (entris) menggunakan varietas Borneo Prima, varietas Madu dan varietas Pacitan. Untuk menanggulangi kekurangan kebutuhan bibit jeruk khususnya mata tempel / entris, dilokasi ini juga sudah dibangun Screen House yang menyediakan BPMT.

Gambar 2. Screen House dan BPMT jeruk di Kabupaten Bulungan Semakin meningkatnya hasil produksi, perluasan areal tanam dan bibit yang dikembangkan tidak terlepas dari teknologi yang diterapkan oleh petani jeruk. Adapun teknologi yang diterapkan selama ini meliputi penggunaan bibit berlabel bebas penyakit, penanaman secara benar, penyulaman/penggantian tanaman yang mati setelah penanaman, pembentukan arsitektur pohon, pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliharaan, pemupukan, penjarangan buah, pengendalian OPT serta panen dan pasca panen.

Gambar 3. Pemangkasan, Penjarangan buah dan Pemupukan.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com