Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
upg
Suplemen Sinta
wbs
Katam
pustaka

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini857
mod_vvisit_counterKemarin947
mod_vvisit_counterMinggu ini6234
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6692
mod_vvisit_counterBulan ini19025
mod_vvisit_counterBulan Terakhir24645
mod_vvisit_counterSemua hari1058462

Online (20 menit yang lalu): 25
IP Anda: 18.206.16.123
,
Hari ini: 21 Sep, 2019
Pengaruh Kondisi Tanah bagi Tanaman PDF Cetak E-mail
Oleh Rina D   
Kamis, 19 November 2015 15:14

Kondisi tanah merupakan salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan tanaman.  Bagi tanaman, tanah berfungsi sebagai :

  1. Tempat tumbuhnya tanaman
  2. Tempat persediaan udara bagi pernafasan akar tanaman dan kehidupan mikroorganisme
  3. Tempat persediaan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman, baik berupa zat organik maupun anorganik
  4. Tempat persediaan air untuk melarutkan unsur hara agar bisa diserap tanaman

Berdasarkan fungsi di atas, maka tanah yang menunjang kesuburan tanaman adalah tanah yang mengandung zat organik, anorganik, air, dan udara dalam keadaan cukup dan tersedia sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Zat organik merupakan zat yang terbentuk dari hasil pelapukan atau pembusukan sisa-sisa tanaman dan hewan. Biasanya zat organik terdapat pada lapisan tanah paling atas (top soil) hingga kedalaman + 15 cm dan berwarna kehitaman.  Sedangkan zat anorganik ialah zat yang berasal dari hancuran bebatuan dan mineral, biasanya tersebar pada lapisan tanah bawah pada kedalaman lebih dari 15 cm. Tanah dikatakan subur apabila mengandung bahan-bahan tersebut dengan komposisi 45% bahan organik, 5% zat anorganik, 25% air dan 25% udara.

Selain dipengaruhi oleh kandungan unsur dalam tanah, pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi oleh struktur tanah atau gumpalan partikel-partikel penyusun tanah.

  1. Tanah gembur, merupakan jenis tanah yang paling baik bagi tanaman karena memiliki rongga-rongga yang cukup untuk menyimpan unsur hara, air dan udara serta sesuai bagi kehidupan mikroorganisme.
  2. Tanah liat, tidak sesuai bagi tanaman karena partikel-partikel tanah terlalu rapat sehingga sirkulasi air dan udara tidak berlangsung lancar dan perakaran tanaman juga sulit menembusnya.
  3. Tanah pasir, juga kurang baik bagi tanaman karena partikel-partikel tanah terlalu berongga sehingga sulit untuk menyimpan air dan unsur hara.

Kesuburan tanah dari tahun ke tahun selalu berubah. Tanah yang subur bisa menjadi kurus bila tidak terpelihara, sebaliknya tanah yang kurus bisa menjadi subur bila dipelihara dengan baik.  Faktor penyebab mundurnya kesuburan tanah adalah:

  1. Tanah ditanami terus-menerus, sehingga banyak unsur hara yang diserap tanaman dan terangkut saat panen.
  2. Tanah digunakan untuk menggembala ternak secara terus-menerus, sehingga tanah yang terinjak-injak menjadi padat dan rerumputan tidak tumbuh lagi.
  3. Adanya bencana alam seperti banjir, erosi, tanah longsor, dan gunung meletus, sehingga menyebabkan pengikisan atau hilangnya lapisan top soil.
  4. Musim kemarau yang panjang, sehingga menyebabkan tumbuhan dan beberapa organisme tidak dapat hidup, akibatnya tanah tidak menerima bahan organik yang cukup.
  5. Pencemaran lingkungan, sehingga menyebabkan mikroorganisme pengurai bahan organik mengalami keracunan dan tanah tidak produktif lagi.

Untuk mengembalikan kesuburan tanah, maka perlu dilakukan berbagai upaya antara lain:

  1. Pengolahan tanah secara minimal
  2. Memberi kesempatan pada tanah untuk istirahat atau diberakan
  3. Pemberian pupuk tambahan, terutama pupuk organik
  4. Mengadakan pergiliran tanaman
  5. Menghindari penggembalaan ternak secara terus-menerus pada lahan yang sama
  6. Mengadakan penghijauan dan reboisasi
  7. Membangun pematang, parit dan terasering.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com