Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta
wbs

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini179
mod_vvisit_counterKemarin860
mod_vvisit_counterMinggu ini3068
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5249
mod_vvisit_counterBulan ini16448
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1031240

Online (20 menit yang lalu): 14
IP Anda: 18.232.53.231
,
Hari ini: 21 Agus, 2019
Irigasi Upaya Pengendalian Konversi Lahan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Margaretha   
Senin, 16 November 2015 15:06

Sektor pertanian merupakan sektor strategis dan berperan penting dalam  perekonomian nasional  dan kelangsungan hidup masyarakat terutama dalam penyediaan pangan dalam negeri. Lahan sawah memiliki arti penting yakni sebagai media aktivitas bercocok tanam guna menghasilkan bahan pangan pokok (khususnya padi) bagi kebutuhan umat manusia. Namun seiring perkembangan zaman dan dinamika gerak langkah pembangunan serta pertumbuhan jumlah penduduk, eksistensi lahan mulai terusik.

Perubahan  penggunaan lahan pertanian ke pemanfaatan non pertanian atau yang dikenal dengan istilah konversi lahan  menjadi semakin marak. Seperti yang terjadi di Desa Giri Agung Kec Sebulu, Kab Kutai Kartanegara, menurut informasi yang di peroleh dari Dinas UPTD bahwa lahan pertanian dari 200 Ha di tahun 2008  pada saat sekarangi ini hanya tinggal 85 Ha saja.

Selain faktor ekonomi yang membuat petani dalam  kondisi terdesak menjual sebagai lahan  pertaniannya. Faktor degradasi lingkungan seperti kemarau panjang yang menimbulkan kekurangan air untuk pertanian  dan  dimusim penghujan kelebihan air (kebanjiran).  Oleh sebab itu irigasi yang baik sangat dibutuhkan untuk mengatur debit air yang akan mengairi lahan pertanian.

Tim UPSUS BPTP Kaltim pada Rabu  (6/11/15) didampingi oleh TNI, UPTD Sebulu  serta dinas Pertanian Kab.Kutai Kartanegara melihat secara langsung kondisi lahan pertanian. Desa Segihan pada kelompok tani sama maju memperoleh Bantuan RJIT  (Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier) dengan panjang 100 m. Hal  ini merupakan upaya dalam perlindungan terhadap petani dan lahan pertanian produktif.guna mewujudkan sistem pertanian yang berkelanjutan serta ketahanan, kemandirian menuju kedaulatan pangan.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com