Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini286
mod_vvisit_counterKemarin808
mod_vvisit_counterMinggu ini5035
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini19035
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1033827

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 34.204.179.0
,
Hari ini: 24 Agus, 2019
Orang Cerdas Tak Tergantung Beras PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Admin   
Senin, 19 Oktober 2015 09:41

Indonesia yang dianugerahi Tuhan kekayaan megabiodiversity memiliki sumber karbohidrat yang melimpah. Ketergantungan pada beras membuat bangsa ini abai pada kearifan pangan lokal.

Tumpukan dus makanan ringan setinggi orang dewasa itu dalam waktu singkat berpindah ke mobil distribusi. Setiap hari, Dewi Sartika (38) mengirim lebih dari 100 dus egg roll aneka rasa.

Penggiat usaha kecil itu memproduksi kudapan yang bahan bakunya berasal dari tepung pangan lokal seperti jagung, talas, ubi, dan ganyong. Tren kuliner kaum urban yang serba cepat, membuat industri makanan dari pangan lokal seperti cookies, brownies, kue lapis, dan lain-lain laris manis.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen, Rudy Tjahjohutomo, mengatakan, sentuhan teknologi pengolahan produk pangan mempercepat akselerasi tumbuhnya industri berbasis pangan lokal. Dan, itu sejalan dengan upaya diversifikasi pangan guna mengurangi ketergantungan pada beras. Masyarakat, terutama kalangan menengah ke atas, semakin cerdas dengan tidak lagi menjadikan beras sebagai satu-satunya sumber karbohidrat.

“Diversifikasi pangan mencakup aspek produksi, konsumsi, pemasaran, dan distribusi. Tanpa keempat hal itu program diversifikasi pangan sulit tercapai,” terang Rudy.

Inovasi pengolahan pangan dan kontinuitas ketersediaan bahan pangan alternatif mendorong tumbuhnya pasar sejalan dengan pergeseran budaya dan preferensi masyarakat. Upaya mengembangkan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman pun bisa berjalan baik.

Lebih lanjut, Rudy mengatakan, tumbuhnya industri berbasis pangan lokal menghasilkan tiga keuntungan sekaligus. Ketiganya adalah turunnya ketergantungan pada beras, berkurangnya impor tepung, dan tumbuh pesatnya usaha kecil menengah berbasis pangan lokal.

“Pemerintah menargetkan penurunan konsumsi beras sebesar 1,5% per tahun dan meningkatkan pola pangan harapan terus mendekati angka indeks 100 pada 2020,“ papar Rudy.

Sementara itu, hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2014 yang diselenggakaran Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sepanjang 2010-2014 tingkat konsumsi beras rumah tangga Indonesia terus menurun secara konsisten dengan rerata laju penurunan sebesar 0,2%/tahun. Artinya, secara perlahan-lahan tingkat ketergantungan masyarakat terhadap beras sebagai satu-satunya sumber asupan karbohidrat terus berkurang.

 

Sumber : Majalah Sains Indonesia Edisi 46

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com