Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
pustaka
Suplemen Sinta
wbs
upg

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini694
mod_vvisit_counterKemarin795
mod_vvisit_counterMinggu ini3758
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini17758
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1032550

Online (20 menit yang lalu): 14
IP Anda: 34.236.190.216
,
Hari ini: 22 Agus, 2019
Manfaat Unsur N, P, dan K Bagi Tanaman PDF Cetak E-mail
Oleh Rina D   
Kamis, 08 Oktober 2015 06:38

Pertumbuhan tanaman tidak hanya dikontrol oleh faktor dalam (internal), tetapi juga ditentukan oleh faktor luar (eksternal). Salah satu faktor eksternal tersebut adalah unsur hara esensial. Unsur hara esensial adalah unsur-unsur yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Apabila unsur tersebut tidak tersedia bagi tanaman, maka tanaman akan menunjukkan gejala kekurangan unsur tersebut dan pertumbuhan tanaman akan terganggu. Berdasarkan jumlah yang diperlukan, kita mengenal unsur hara makro dan mikro. Unsur hara makro diperlukan bagi tanaman dalam jumlah yang lebih besar (0,5-3% berat tubuh tanaman). Sedangkan unsur hara mikro diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang relatif kecil (beberapa ppm/ part per-million dari berat keringnya).

Unsur hara makro antara lain N, P, K, C, H, O, S, Ca, dan Mg. Sedangkan unsur hara mikro diantaranya adalah Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, dan Cl. Diantara 105 unsur yang ada di permukaan bumi, ternyata hanya 16 unsur yang mutlak diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi. Dan dari 16 unsur tersebut, unsur N, P, dan K-lah yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang besar.

A. Unsur N (Nitrogen)

Unsur hara N termasuk unsur yang dibutuhkan dalam jumlah paling banyak sehingga disebut unsur hara makro primer. Umumnya unsur Nitrogen menyusun 1-5% dari berat tubuh tanaman.

Unsur N diserap oleh tanaman dalam bentuk ion amonium (NH4+) atau ion nitrat (NO3-). Sumber unsur N dapat diperoleh dari bahan organik, mineral tanah, maupun penambahan dari pupuk organik.

N berfungsi untuk menyusun asam amino (protein), asam nukleat, nukleotida, dan klorofil pada tanaman, sehingga dengan adanya N, tanaman akan merasakan manfaat sebagai berikut:

  1. Membuat tanaman lebih hijau
  2. Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, jumlah cabang)
  3. Menambah kandungan protein hasil panen.

Kondisi Tanaman Yang Kekurangan Unsur NTanaman yang kekurangan unsur hara N akan menunjukkan gejala :

  1. Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis) akibat kekurangan klorofil
  2. Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, jumlah anakan atau jumlah cabang sedikit
  3. Perkembangan buah menjadi tidak sempurna dan seringkali masak sebelum waktunya
  4. Pada tahap lanjut, daun menjadi kering dimulai dari daun pada bagian bawah tanaman.

 

B. Unsur P (Phosphor)

Unsur P juga merupakan salah satu unsur hara makro primer sehingga diperlukan tanaman dalam jumlah banyak untuk tumbuh dan berproduksi. Tanaman mengambil unsur P dari dalam tanah dalam bentuk ion H2PO4-. Konsentrasi unsur P dalam tanaman berkisar antara 0,1-0,5% lebih rendah daripada unsur N dan K.

Keberadaan unsur P berfungsi sebagai penyimpan dan transfer energi untuk seluruh aktivitas metabolisme tanaman, sehingga dengan adanya unsur P maka tanaman akan merasakan manfaat sebagai berikut:

  1. Memacu  pertumbuhan akar dan membentuk sistem perakaran yang baik
  2. Menggiatkan pertumbuhan jaringan tanaman yang membentuk titik tumbuh tanaman
  3. Memacu pembentukan bunga dan pematangan buah/biji, sehingga mempercepat masa panen
  4. Memperbesar persentase terbentuknya bunga menjadi buah
  5. Menyusun dan menstabilkan dinding sel, sehingga menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit.

Kondisi Tanaman Padi Yang Kekurangan Unsur PTanaman yang kekurangan unsur hara P akan menunjukkan gejala :

  1. Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil
  2. Sistem perakaran kurang berkembang
  3. Daun berwarna keunguan
  4. Pembentukan bunga/ buah/ biji terhambat sehingga panen terlambat
  5. Persentase bunga yang menjadi buah menurun karena penyerbukan tidak sempurna.

 

C. Unsur K (Kalium)

Dalam proses pertumbuhan tanaman, unsur K merupakan salah satu unsur hara makro primer yang diperlukan tanaman dalam jumlah banyak juga, selain unsur N dan P.  Unsur K diserap tanaman dari dalam tanah dalam bentuk ion K+. Kandungan unsur K pada jaringan tanaman sekitar 0,5 - 6% dari berat kering.

Manfaat unsur K bagi tanaman adalah :

  1. Sebagai aktivator enzim.  Sekitar 80 jenis enzim yang aktivasinya memerlukan unsur K.
  2. Membantu penyerapan air dan unsur hara dari tanah oleh tanaman
  3. Membantu transportasi hasil asimilasi dari daun ke jaringan tanaman

Tanaman yang kekurangan unsur hara Kalium akan menunjukkan gejala yang mirip dengan kekurangan unsur N, yaitu:Kondisi Tanaman Jagung Yang Kekurangan Unsur K

  1. Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil
  2. Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan (klorosis). Bedanya dengan kekurangan unsur N, gejala kekurangan unsur K dimulai dari pinggir helai daun sehingga terlihat seperti huruf V terbalik.

 

 

Sumber: Dari berbagai sumber

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com