Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini119
mod_vvisit_counterKemarin620
mod_vvisit_counterMinggu ini739
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5249
mod_vvisit_counterBulan ini14119
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1028911

Online (20 menit yang lalu): 7
IP Anda: 35.175.120.59
,
Hari ini: 18 Agus, 2019
Penerapan Pengering hybrid, solusi praktis pengembangan singkong di lahan bekas tambang PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Farid R. Abadi   
Selasa, 06 Oktober 2015 06:24

Pengembangan lahan bekas tambang batubara untuk pertanian di Kalimantan Timur telah lama diusahakan dan merupakan salah satu kegiatan BPTP Kaltim yang telah berlangsung hingga saat ini. Berbagai komoditas telah diuji cobakan dan dikembangkan termasuk diantaranya tanaman pangan, dan sayuran. Salah satu komoditas pangan lokal potensial yang juga dikembangkan adalah ubi kayu atau singkong (cassava). Komoditas ini memiliki potensi yang cukup besar sebagai produk segar maupun olahannya.

Komoditas ubi kayu merupakan salah satu komoditas yang telah lama diusahakan oleh petani dengan luasan relatif cukup luas di Kalimanan Timur. Areal tanaman ubi kayu tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur, pada tahun 2011 mencapai luasan 5.214 ha dengan tingkat produktivitas mencapai 4,91  persen  (BPS Kaltim, 2012). Di areal bekas tambang Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara sendiri telah di budidayakan jenis singkong gajah yang memiliki karakteristik umbi yang besar dan dapat mencapai 60 kg tiap pohonnya dalam waktu kurang lebih 9 bulan.

Singkong gajah yang adaptif di Kaltim cukup potensial untuk dikembangkan

Salah satu produk berbahan baku ubi kayu yang mulai dikenal dan dikembangkan di Kalimantan Timur adalah Mocaf (modified cassava flour). Mocaf merupakan tepung  berbahan baku ubi kayu yang proses pembuatannya menggunakan cara fermentasi dan melalui pengeringan yang menghasilkan tepung dengan karakteristik warna lebih cerah dan bersih sehingga berpotensi sebagai substitusi tepung terigu. Kelebihan ini memberikan potensi pasar tersendiri dan membuka peluang pengembangan produk olahan berbahan baku singkong sebagai bagian dari upaya mendukung keragaman dan ketahanan pangan.

Pengembangan lahan bekas tambang untuk pertanian memberikan potensi yang cukup besar untuk pembudidayaan bahan baku mocaf yakni ubi kayu. Berlimpahnya bahan baku akan memberikan peluang penerapan teknologi pasca panen guna mengantisipasi  berlimpahnya hasil panen singkong. Penerapan teknologi budidaya dan penguatan kelembagaan yang secara berkesinambungan diterapkan akan mendukung upaya penerapan alat dan mesin pertanian oleh petani yang nantinya akan memberikan imbal balik positif bagi petani.

Sebagai upaya tersebut, BPTP Kalimantan Timur sebagai  bagian dari agen inovasi di daerah telah mengkaji serta menerapkan alsintan guna mendukung upaya pengembangan lahan bekas tambang dan penguatan usahatani lokal Kaltim. Kegiatan ini akan mendukung upaya pengembangan pertanian di lahan bekas tambang, rintisan dan asupan teknologi tepat guna yang diharapkan akan diadopsi oleh petani lainnya, serta menguatkan kerjasama dengan berbagai pihak terkait sehingga akan menguatkan dampak yang akan dihasilkan.

Pada tahun 2015, BPTP Kaltim telah bekerja sama dengan Balai Besar Alsintan, Balitbangda Provinsi, PT. Kitadin, pengusaha mocaf dan petani setempat untuk menerapkan alsintan pengering tepat guna melalui program KKP3SL sebagai bagian upaya pengembangan komoditas ubi kayu secara menyeluruh dan berkesinambungan di lahan bekas tambang batu bara. Pengering yang akan diterapkan adalah bertipe hybrid yang mengadopsi teknologi pengeringan ERK menggunakan rak-rak pengering dengan penambahan alat penukar panas dan sumber panas yang dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Pengering ini akan dapat memberikan solusi yang praktis terutama dalam kondisi-kondisi musim penghujan dengan intensitas penyinaran matahari yang kurang. Produksi bahan baku ubi kayu kering yang dilakukan dalam ruang pengering dengan meminimalisir kontak dengan lingkungan akan dapat menghasilkan produk bahan baku kering yang lebih berkualitas sehingga dapat menghasilkan tepung singkong yang  baik dan berdaya saing.

Jenis pengering hybrid yang akan diterapkan di sentra produksi singkong di Embalut, Kukar.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com