Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini457
mod_vvisit_counterKemarin752
mod_vvisit_counterMinggu ini1866
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini15866
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1030658

Online (20 menit yang lalu): 11
IP Anda: 3.81.28.94
,
Hari ini: 20 Agus, 2019
8 Tahap Dalam Budidaya Bawang Merah PDF Cetak E-mail
Oleh Afrilia   
Jumat, 11 September 2015 07:49

Bawang Merah Varietas PancasonaPengembangan komoditas komersial bernilai ekonomi tinggi umumnya memliki ciri ketersediannya terbatas namun permintaan akan komodiyas tersebut tinggi. Komoditas tersebut sebgaian besar masih didatangkan dari Pulau Jawa. Salah satu komoditas komersial ekonomi tinggi adalah bawang merah (Allium ascalonicum L.) yang juga merupakan salah satu komoditas pemicu inflasi.

Berikut 8 tahap penting dalam budidaya bawang merah antara lain :

Tahapan – Tahapan Budidaya Bawang Merah :

Syarat Tumbuh

  • Bawang merah tumbuh dengan di dataran rendah hingga dataran tinggi pada sekitar 1000 dpl
  • Hasil produksi terbaik pada dataran rendah dengan iklim 25-32 °C , dengan penyinaran 75%
  • Persyaratan tanah : gembur, subur dan banyak mengandung bahan organik
  • Jenis tanah yang paling bagus yaitu lempung berpasir atau lempung berdebu
  • pH tanah 5-5 -6,5
  • drainase dan aerasi tanah diusahakan yang bagus

Namun syarat tumbuh yang tidaklah mutlak karena dapat dikondisikan sesuai dengan wilayah pembudidayaan.

Pengolahan Tanah

  • Pupuk kandang disebarkan di lahan dengan dosis 0,5-1 ton/ 1000 m2
  • Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)Dibuat bedengan dengan lebar 120 -180 cm
  • Diantara bedengan pertanaman dibuat saluran air (canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm.
  • Apabila pH tanah kurang dari 5,6 diberi Dolomit/kapur pertanian dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu.

 

Pupuk dasar

  • Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 secara merata diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah.
  • Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di bedengan.

Pemilihan Bibit

Sebelum Anda menanam bibit, sebaiknya tanah sudah disiram terlebih dahulu, kalau diperlukan buatlah atap yang bisa mengayomi bibit bawang merah dan panas yang terik atau hujan.

Untuk syarat pemilihan bibit seperti berikut ini ;

  • Ukuran umbi bibit yang optimal adalah 3-4 gram/umbi.
  • Umbi bibit yang baik yang telah disimpan 2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya)
  • Umbi bibit harus sehat, ditandai dengan bentuk umbi yang kompak (tidak keropos), kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau berkilau)
  • Atau anda bisa mengunakan bibit dari biji yang sudah terbukti bebas penyakit layu dan bersertifikat, sebagai solusi dari mahalnya bibit umbi untuk kebutuhan per hektarnya.
  • Ukuran umbi sedang cukup baik untuk digunakan, sebab jika dipilih yang besar akan meningkatkan jumlah benih yang digunakan sehingga terjadi peningkatan biaya pembelian benih. Umumnya ukuran umbi tidak berpengaruh pada produksi bawang merah. Penggunaan umbi bawang merah berukuran sedang dalam sistim produksi bawang merah dapat mengurangi biaya produksi sebesar 33 – 40% tanpa mengurangi tingkat produksinya.
  • Umbi bawang merah yang digunakan untuk konsumsi memiliki umur panen yang lebih singkat dibandingkan umbi bawang merah untuk benih. Umur umbi bawang merah di dataran rendah untuk konsumsi cukup sekitar 60HST, namun jika untuk dijadikan benih hingga umur 75 HST.

Masa Tanam

A. Jarak Tanam

  • Pada Musim Kemarau, 15 x 15 cm
  • Pada Musim Hujan 20 x 15 cm

B. Cara Tanam

  • Pada saat tanam, seluruh bagian umbi bibit yang telah siap tanam dibenamkan ke dalam permukaan tanah. Untuk tiap lubang ditanam satu buah umbi bibit.
  • Namun jika usia bibit bawang merah kurang dari 2 bulan, maka lakukanlah pemotongan bagian ujung umbi kurang lebih ½ cm. Fungsi dari pemotongan tersebut adalah untuk mempercepat tumbuhnya tunas pada tanaman bawang merah.

Pemupukan Lanjutan

Dalam budidaya bawang merah kita menggunakan 2 bentuk pupuk ;

  • Pupuk dasar yaitu pupuk  kandang bisa sapi atau kambing 15-20 ton/ha atau kotoran ayam 5-6 ton/ha atau kompos 2,5 ton/ha.  Pupuk buatan juga diperlukan TSP 150-200 kg/hektar. Langkah-langkah memberikan pupuk dasar yaitu dengan menyebar dan mengaduk rata dengan tanah 1-3 hari sebelum tanam.
  • Pupuk susulan yaitu berupa urea 150kg/ha, Za 300 kg/ha, dan KCL 150/ha. Pemupukan susulan yang pertama dilakukan pada umur 10-15 hari setelah tanam dan pemupukan susulan kedua yaitu pada umur 1 bulan setelah tanam dengan 1/2 dosis.

Penyiraman dan Penyiangan

Yang perlu diingat bahwa bawang merah memerlukan banyak air, namun dia tidak tahan terhadap genangan atau tanah yang becek. Penyiraman sebaiknya dilakukan menggunakan gembor. Untuk tanaman berumur 0 -10 hari, penyiraman dilakukan 2 (dua) kali yakni pagi dan sore hari, sedangkan sesudah umur tersebut penyiraman cukup dilakukan sekali sehari (sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Cara penyiraman lainnya yakni cara ”leb” (memasukkan air ke bedengan hingga merata) digunakan di lahan persawahan, untuk lahan kering tetap dengan gembor atau selang. Apabila digunakan cara ini (”leb”), sebaiknya dilakukan setelah tanaman berumur lebih dari 10 hari. Pengairan secara ”leb” dapat dilakukan setiap 3 -4 hari sekali. Penyiangan pada budidaya bawang merah sebaiknya dilakukan 2 kali yakni pada saat tanaman berumur 10 -15 hari dan 28 – 35 hari (sebelum pemupukan susulan). Penyiangan dilakukan dengan mencabut gulma di sekitar tanaman.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama-hama penting pada budidaya bawang merah serta cara pengendaliannya adalah sebagai berikut.

  • Ulat daun bawang (Spodoptera exiqua). Gejala serangan : pada daun yang terserang terlihat bercak putih transparan. Hal ini karena ulat menggerek daun dan masuk ke dalamnya sehingga merusak jaringan daun sebelah dalam sehingga kadang-kadang daun terkulai. Cara pengendalian : rotasi tanaman atau waktu tanam serempak.
  • Trips (Trips tabaci Lind.). Gejala serangan : terdapat bintik-bintik keputihan pada helai daun yang diserang, yang akhirnya daun menjadi kering. Serangan biasanya terjadi pada musim kemarau. Cara pengendalian : mengatur waktu tanam yang tepat.
  • Ulat tanah (Agrotis epsilon). Pengendalian dilakukan secara manual yakni dengan mengumpulkan ulat ulat pada sore/senja hari di antara pertanaman serta menjaga kebersihan areal pertanaman.
  • Penyakit bercak ungu atau trotol (Alternaria porri). Gejala serangan : pada daun yang terserang (umumnya daun tua) terdapat bercak keputih-putihan dan agak mengendap, lama kelamaan berwarna ungu berbentuk oval, keabu-abuan dan bertepung hitam. Serangan umumnya terjadi pada musim hujan. Cara pengendalian : rotasi tanaman, melakukan penyemprotan setelah hujan dengan air untuk mengurangi spora yang menempel pada daun.
  • Nematoda akar (Ditylenchus dispaci). Gejala seranga : tanaman kerdil dan tidk mampu membentuk umbi. Cara pengendalian : secara kimiawi

Panen dan PascaPanen

Panen dilakukan apabila tanaman telah berumur 65-75 hari setelah tanam. Tanaman yang telah siap dipanen memiliki ciri-ciri :

  • Tanaman telah cukup tua, dengan hampir 60-90% batang telah lemas dan daun menguning
  • Umbi lapis terlihat padat berisi dan sebagian tersembul di permukaan tanah
  • Warna kulit umbi mengkilat atau memerah
  • Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman bersama daunnya dan diusahakan agar tanah yang menempel pada umbi dibersihkan. Biarkan umbi beberapa jam pada bedengan, kemudian diikat (1-1,5 kg/ikat)
  • Umbi yang telah diikat dijemur dengan posisi daun berada di atas (selama 5-7 hari). Setelah daun kering, ikatan diperbesar dengan menyatukan 3-4 ikatan kecil menggunakan tali bambu. Selanjutnya ikatan dijemur kembali dengan posisi umbi di atas (selama 2-3 hari),
  • Bila umbi telah kering, umbi siap disimpan di gudang atau di para-para atau dilakukan pengasapan agar tidak mudah busuk dan tahan lama.

 

Sumber : dari berbagai sumber

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com