Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
Katam
upg
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini562
mod_vvisit_counterKemarin944
mod_vvisit_counterMinggu ini4578
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6899
mod_vvisit_counterBulan ini11477
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1143032

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 3.234.214.113
,
Hari ini: 12 Des, 2019
Jarwo Dongkrak Produktivitas Padi di Anggana 30% PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Tim Redaksi   
Senin, 24 Agustus 2015 06:50

Panen bersama Sistem Tanam Jajar Legowo (Jarwo) Varietas Unggul Baru (VUB) Inpari 15, Inpari 30, Inpari 31 dan Inpari 32, dilaksanakan di Desa Sidomulyo, kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara pada Kamis, 20 Agustus 2015. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Timur ini adalah dalam rangka pendampingan program Upaya Khusus (UPSUS) padi di Kalimantan Timur.

Dewasa ini telah diperkenalkan berbagai teknologi budidaya padi, antara lain budidaya sistem tanam benih langsung (Tabela), sistem tanam tanpa olah tanah (TOT), maupun sistem tanam Jajar Legowo (Jarwo). Pengenalan dan penggunaan sistem tanam tersebut disamping untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang optimal juga ditujukan untuk meningkatkan hasil dan pendapatan petani.

Sistem tanam Jajar Legowo (Jarwo) merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan. Demikian disampaikan oleh Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kaltim Dr. Ir. M. Hidayanto, pada acara panen bersama padi di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Lebih lanjut Hidayanto menyampaikan bahwa sistem tanam Jajar Legowo ada beberapa model, dan yang populer adalah jajar legowo 2:1 dan 4:1. Keuntungan sistem tanam jajar legowo antara lain: (a) populasi tanaman meningkat sekitar sekitar 30% untuk jajar legowo 2:1 dan populasi meningkat sekitar 20% untuk jajar legowo 4:1, (b) mendapatkan efek tanaman pinggir, sehingga tanaman lebih optimal dalam memanfaatkan sinar matahari, (c) mengurangi serangan hama terutama tikus, (d) memudahkan pemeliharaan, dan (e) menghemat penggunaan pupuk karena yang dipupuk hanya yang di barisan tanaman.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa keragaan dan hasil padi sistem tanam jajar legowo sangat berbeda dengan sistem tanam tabela (tanam benih langsung). Di petak sawah yang tidak menerapkan sistem tanam jajar legowo (jarwo), tanaman terserang hama tikus cukup berat. Produktivitas padi Inpari 15 di Anggana dengan penerapan sistem jajar legowo 2:1, dibandingkan dengan produktivitas tahun sebelumnya meningkat sekitar 30%, meskipun saat ini musim kemarau dan kondisi air di lapangan kurang.

Hidayanto mengharapkan agar sistem taman jajar legowo ini bisa dikembangkan dalam skala luas oleh daerah, terutama pada kawasan sentra pengembangan padi, dan di lokasi program Gerakan Percepatan Pengelolaan Tanaman terpadu (GP-PTT) di kabupaten/kota, sehingga dapat meningkatkan produktivitas padi di daerah tersebut. BPTP Kaltim sebagai institusi pusat dari Kementerian Pertanian di daerah, siap mendukung dan mendampingi kegiatan tersebut, demi tercapainya swasembada pangan di Kalimantan Timur.***

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com