Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
Katam
upg
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini559
mod_vvisit_counterKemarin944
mod_vvisit_counterMinggu ini4575
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6899
mod_vvisit_counterBulan ini11474
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1143029

Online (20 menit yang lalu): 13
IP Anda: 3.234.214.113
,
Hari ini: 12 Des, 2019
Perbaiki kesuburan dan struktur lahan dengan kompos PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Margaretha   
Jumat, 10 Oktober 2014 15:18

Pemanasan global atau sering disebut global warning merupakan proses naiknya suhu rata-rata atmosfer, lautan, dan daratan bumi. Proses peningkatan rata-rata suhu ini menyebabkan bumi yang kita diami terasa lebih panas atau bahkan di siang hari terasa panas yang berlebihan. Kenaikan suhu ini dapat diakibatkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca yang diakibatkan ulah dan aktivitas manusia. Pemanasan global dapat menyebabkan kerusakan pada seluruh struktur yang berada di bumi. Tentunya, persoalan ini menjadi tanggung jawab masyarakat yang kemudian harus berperan aktif dalam mencegah pemanasan global.

Salah satu kegiatan masyarakat yang ikut memercepat terjadinya pemanasan global adalah pembakaran jerami. Petani cenderung membakar jerami karena praktis dan mudah.  Padahal jerami yang dibakar pada dasarnya hanya akan menjadi abu dan karbon di tanah.

Idealnya, jerami yang dihasilkan dari sisa sisa panen diolah menjadi kompos dan dikembalikan lagi ke tanah. Kompos jerami ini secara bertahap dapat menambah kandungan bahan organik tanah, yang pada gilirannya tentu dapat  semakin menyuburkan tanah, dan keuntungan bagi petani adalah meningkatnya produktivitas sawah.

BPTP Kaltim memiliki kegiatan M-AP2RLL (Model Akselerasi Pembangunan Pertanian Ramah Lingkungan Lestari) yang bertujuan menggalakkan penggunaan pupuk organik. Pada hari Kamis, 8 Oktober 2014, BPTP Kaltim mengadakan pelatihan pembuatan kompos di Desa Semangkok, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Desa ini dipilih karena merupakan salah satu sentral produksi padi sawah dengan luas lahan 355 ha.

Pelatihan diikuti tujuh kelompok tani yang dengan sangat antusias memelajari pembuatan kompos ini. Kepada para peserta dijelaskan bahwa pengolahan kompos jerami sangat murah dan mudah. Kepada mereka juga ditunjukkan bahwa dalam membuat kompos diperlukan bahan organik lain berupa mikro organisme dekomposer guna memercepat proses fermentasi. Dengan menggunakan dekomposer ini, pembuatan kompos hanya memerlukan waktu antara 20 hingga 30 hari, dan setelahnya bisa langsung diaplikasikan ke sawah lagi.

Hal yang terpenting, pemakaian kompos jerami secara konsisten dalam jangka panjang akan dapat menaikkan kandungan bahan organik tanah, mengembalikan kesuburan tanah, dan memerbaiki struktur tanah yang rusak.

proses pelatihan pembuatan kompos di marangkayu

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com