Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
Katam
upg
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini563
mod_vvisit_counterKemarin944
mod_vvisit_counterMinggu ini4579
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6899
mod_vvisit_counterBulan ini11478
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1143033

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 3.234.214.113
,
Hari ini: 12 Des, 2019
Wujudkan Ketahanan Pangan dengan Potensi Alam Yang Tersedia PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sumarmiyati   
Jumat, 26 September 2014 07:27

Masalah ketahanan pangan dibahas dalam forum Seminar Regional yang diselenggarakan oleh Faperta Universitas Mulawarman pada Selasa (23/9/2014) dalam rangka memperingati Hari Tani ke-54. Seminar mengangkat tema “Meningkatkan Ketahanan Pangan Melalui Teknologi dan Pemberdayaan Petani yang Kreatif, Inovatif dan Berkelanjutan. Seminar diikuti oleh Dosen, Praktisi, Peneliti BPTP Kaltim, dan Mahasiswa Faperta Universitas Mulawarman. Hadir sebagai narasumber Dr.Ir.M.Hidayanto (Kepala BPTP Kaltim), Dr.Ir. Rusdianyah,M.Si (Dosen Faperta UNMUL) dan Andi Burhan Badurahman Abdullah (Ketua KTNA Kaltim).

Dalam Seminar ini Dr.Ir.M.Hidayanto (Kepala BPTP Kaltim), berkesempatan menyampaikan isu-isu kerawanan pangan dan upaya-upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kalimantan Timur. Sesuai Undang-undang Pangan NO.18 Tahun 2012, ketahanan pangan mengisyaratkan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Masalahnya tidak semua penduduk sudah mendapatkan pangan sesuai kebutuhannya.

Peningkatan jumlah penduduk, konversi lahan pertanian, pengangguran dan kemiskinan, lemahnya kelembagaan pangan berpengaruh terhadap ketahanan pangan di Kalimantan Timur yang dapat berakibat terhadap terjadinya kerawanan dan krisis pangan.

Kerawanan pangan terjadi manakala rumah tangga,masyarakat atau daerah tertentu mengalami ketidak cukupan pangan untuk memenuhi standar kebutuhan fisiologis bagi pertumbuhan dan kesehatan para individu anggotanya. Ada tiga hal penting yang mempengaruhi tingkat rawan pangan, yaitu : (a) kemampuan penyediaan pangan kepada individu/rumah, (b) kemampuan individu / rumah tangga untuk mendapatkan pangan, dan (c) proses distribusi dan pertukaran pangan yang tersedia dengan sumber daya yang dimiliki oleh individu/rumah tangga.

Lebih lanjut Hidayanto menyebutkan, kondisi tersebut dapat teratasi karena Kalimantan Timur memiliki potensi luas lahan terutama lahan kering yang luas, pengembangan produksi pertanian,serta potensi hutan dan keanekaragaman hayati. Potensi tersebut merupakan salah satu modal untuk mengatasi kerawanan pangan di Kalimantan Timur. Upaya-upaya yang dapat dilakukan guna mendukung ketahanan pangan diantaranya melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan (Kawasan Rumah Pangan Lestari) dengan penanaman tanaman pangan alternatif,buah-buahan, sayuran, dan tanaman obat. Kampanye penganekaragaman pangan dan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, dan penguatan kelembagaan kelompok tani kelembagaan pangan melalui Desa Mandiri Pangan. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan petani melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com