Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Suplemen Sinta
wbs
upg
Katam
pustaka

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini586
mod_vvisit_counterKemarin660
mod_vvisit_counterMinggu ini5057
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6072
mod_vvisit_counterBulan ini13966
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1028758

Online (20 menit yang lalu): 14
IP Anda: 3.227.10.125
,
Hari ini: 17 Agus, 2019
KRPL Solusi Kurangi Kemiskinan Dunia PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh admin   
Senin, 08 September 2014 10:23

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) ternyata diminati Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agricultural Organizational/FAO). Organisasi tersebut telah mengadopsi dengan nama Family Farming. Bahkan KRPL diakui menjadi satu model solusi bagi upaya dunia mengurangi kemiskinan.

Berbicara dalam forum konsultasi tingkat menteri negara FAO Asia Pasifik, Kamis (7/8) di Chennai, India, Menteri Pertanian, Suswono mengatakan, KRPL yang diinisiasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2012 berhasil menjadi model pengembangan ketahanan pangan berbasis keluarga di Indonesia.

Awalnya, KRPL dikembangkan untuk mengatasi krisis cabai saat terjadi lonjakan komoditi tersebut. Namun dalam perjalanannya, KRPL memberi sedikitnya tiga manfaat. Pertama, meningkatkan skor pola pangan harapan (PPH). Kedua, mengurangi pengeluaran belanja harian rumah tangga.

Ketiga, ungkap Suswono, mampu meningkatkan harmonisasi masyarakat melalui kerjasama antar keluarga dalam memanfaatkan lahan pekarangan. “Dalam tiga tahun, KRPL telah memberdayakan ratusan ribu rumah tangga di lebih dari 12.000 desa dan kelurahan di 33 provinsi seluruh Indonesia,” kata Mentan.

Berkat KRPL, lanjut Mentan, Indonesia bisa mengatasi krisis cabai dan pangan pokok, stabilitas harga kebutuhan pokok keluarga stabil. Saat bersamaan dapat menurunkan  tingkat kerawanan pangan dan gizi, seiring dengan meningkatnya skor pola pangan harapan. “Saya percaya, jika dikelola secara baik dan berkelanjutan dapat menjadi solusi mengatasi masalah kelaparan dan kemiskinan,” ujar Suswono dalam forum regional FAO tersebut.

Hasil kajian ekonomi, pengembangan KRPL di beberapa wilayah Indonesia ternyata banyak rumah tangga yang sudah merasakan manfaatnya. Dengan memanfaatkan lahan yang sempit bisa mengurangi pengeluaran Rp 200 ribu-700 ribu per bulan. Artinya KRPL membuktikan bisa mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Manfaat lain dari KRPL adalah meningkatkan konsumsi sayuran dan protein bagi setiap rumah tangga.  Saat ini konsumsi protein masyarakat Indonesia terbilang masih rendah hanya 7,6 kg per kapita per tahun. Jumlah ini jauh berbeda dengan negara maju yang mencapai 40 kg per kapita per tahun.

Forum konsultasi tingkat menteri FAO se-Asia Pasifik berlangsung mulai 7-10 Agustus 2014. Sejumlah menteri dan deputi menteri dari negara-negara anggota FAO di Asia Pasifik hadir pada acara yang berlangsung di MS Swaminarthan Research Foundation Taramani, Chennai, India. [Yul]

sumber : sinar tani edisi 13-19 Agustus 2014

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com