Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini571
mod_vvisit_counterKemarin752
mod_vvisit_counterMinggu ini1980
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini15980
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1030772

Online (20 menit yang lalu): 14
IP Anda: 34.239.158.107
,
Hari ini: 20 Agus, 2019
Panen bibit bawang merah Bima Brebes, upaya berusahatani lestari di Komam PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Farid R. Abadi   
Selasa, 02 September 2014 08:35

Ketersediaan bibit bawang merah adalah salah satu kendala usahatani bawang merah di Kabupaten Paser khususnya dan Provinsi Kalimantan Timur pada umumnya. Meskipun dengan tingkat produksi yang memadai namun karena situasi pasar yang senantiasa berubah sehingga harga bawang merah konsumsi juga sangat berfluktuasi dan seringkali melambung tinggi. Hal inilah yang memicu petani untuk menjual bawang merahnya dalam bentuk segar dengan harapan imbalan yang lebih dikarenakan harga yang tinggi. Sehingga seringkali bibit bawang merah sukar dijumpai meskipun di sentra produksi bawang merah. Jika hal inilah yang terjadi, maka sudah barang tentu petani akan mengalami kesulitan untuk melakukan tanam kembali apalagi jika harus mendatangkan bibit dari luar pulau yang biaya kirimnya sangat mahal. Ataupun dengan mengharapkan bantuan bibit dari pemerintah yang tidak senantiasa ada setiap saat.

Muara Komam sebagai satu sentra komoditas bawang merah Kabupaten Paser merupakan salah satu lokasi kegiatan pendampingan Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura BPTP Kaltim. Pendampingan dilakukan dengan melaksanakan demplot penanaman varietas unggul di sentra bawang merah di Desa Sekuan Makmur. Bibit varietas Bima Brebes kelas penjenis didatangkan dari Brebes yang mana varietas ini adalah yang disukai oleh petani setempat dan selama ini juga telah dibudidayakan dengan potensi produksi spesifik lokasi yang bagus.

Panen bibit dari sumber penjenis dilaksanakan pada akhir Agustus 2014 dengan luasan 250 m2. Diharapkan dengan dengan awal tanam sebanyak 25 kg dengan potensi produksi hamper 10 ton/ha, akan didapatkan bibit label putih sebanyak sepuluh kali lipat kemudian pada tahap berikutnya akan dapat ditanam 250 kg bibit dengan luasan 2500 m2, dan selanjutnya akan dihasilkan serta ditanam bibit label ungu sebanyak 2500 kg atau 2.5 ton sehingga dapat digunakan untuk lahan seluas 2.5 hektar. Demikian seterusnya sehingga produksi bawang merah di Komam dapat berjalan berkesinambungan secara mandiri.

Meskipun masih jauh dari kebutuhan bibit di lingkup Muara Komam sendiri, namun sebagai suatu tahap awal, hal ini perlu untuk dilakukan dengan pendampingan teknologi pembibitan termasuk penanganan pasca panen bawang merah untuk memproduksi bibit. Dengan upaya ini diharapkan dapat memberikan peluang untuk mengatasi kelangkaan  bibit bawang merah pada saat harga melambung tinggi, disamping juga tentunya dapat diperoleh nilai tambah dengan menjual bibit dengan  harga yang lebih tinggi. Sehingga di masa mendatang usahatani bawang merah di Muara Komam akan berlangsung dengan baik dan lestari.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com