Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
pustaka
Suplemen Sinta
wbs
upg
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini596
mod_vvisit_counterKemarin877
mod_vvisit_counterMinggu ini4537
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini18537
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1033329

Online (20 menit yang lalu): 11
IP Anda: 18.232.171.18
,
Hari ini: 23 Agus, 2019
Pakai Jajar Legowo, Sebar Traktor Tangan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh admin   
Sabtu, 16 Agustus 2014 16:54

Petani dianjurkan menggunakan pola tanam jajar legowo ketimbang tanam benih langsung (tabela). Selama ini, petani PPU cenderung memakai pola tabela.

Kepala Dinas Pertanian PPU Joko mengatakan, pola tabela dapat merugikan petani. Bibit padi yang digunakan sangat banyak. Kerapatan padi sulit dikelola bila terkena hama. Produksi pun tidak optimal karena kebutuhan pupuk dan air tidak dapat terpenuhi.

Selama ini, kata dia, alasan petani menggunakan tabela daripada jajar legowo karena keterbatasan tenaga kerja. Musim yang bersamaan, ongkos tenaga kerja akhirnya mahal.

Sebagai informasi, pola tanam jajar legowo berprinsip meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam. Teknik menanam seolah-olah padi berada di pinggir (taping/tanaman pinggir). Taping menghasilkan produksi gabah lebih besar karena lebih banyak mendapatkan sinar matahari.

Untuk memudahkan petani menerapkan jajar legowo, Dinas Pertanian membuat brigade sesuai kebutuhan. Mulai brigade olah tanah yang beranggotakan petani yang memiliki traktor tangan.

 

Sebanyak 1.006 traktor tangan disebar untuk memudahka petani

“Pemerintah terus berupaya agar petani terbantu seperti penyediaanhand tractor yang saat ini sudah disebar 1.006 unit,” kata Joko.

Brigade Tanam beranggota petani yang memiliki alat penanam padi (rice planter). Jumlah alat tiga unit.

“Untuk uji coba, petani telah dilatih mengoperasikan alat sekaligus pembuatan bibit padi. Diupayakan alat ditambah dengan pola kredit murah atau sistem pinjam pakai,” tambahnya.

Selain itu, dibentuk Brigade Panen dengan anggota petani yang mempunyai alat panen (combine harvester). Alat ini baru ada dua unit. Terakhir, Brigade Pengendalian Hama yakni petani yang telah dilatih di sekolah lapangan. Pemkab memfasilitasi dua mobil dan obat insektisida.

Sumber : Kaltim Post 15 Agustus 2014

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com