Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Suplemen Sinta
wbs
Katam
upg
pustaka

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini522
mod_vvisit_counterKemarin875
mod_vvisit_counterMinggu ini522
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6850
mod_vvisit_counterBulan ini14271
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1145826

Online (20 menit yang lalu): 10
IP Anda: 3.231.212.98
,
Hari ini: 15 Des, 2019
Budidaya Tanaman Kedelai PDF Cetak E-mail
Oleh Ekayujaya   
Rabu, 13 Agustus 2014 06:51

Tanaman Kedelai, merupakan salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan di kawasan Asia terutama Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur tepat nya di wilayah Cina, merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati. Akan tetapi sejak tahun 1910, penyebara nya mulai ke telah menyebar ke negara Jepang hingga negara-negara Asia Tenggara. Di Indonesia, kedelai saat ini telah banyak di gunakan untuk beberapa sumber pangan, diantara nya tahu, tempe, susu, bahkan keju, dll.

Budidaya tanaman kedelai ini, tidak lah harus menggunakan teknik yang sulit, akan tetapi kunci pertama adalah pengolahan awal lahan perlu di perhatikan, beberapa hal lain yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Proses pengolahan tanah

  1. Lahan yang akan diolah terlebih dahulu dibersihkan dari sisa-sisa tanaman, rerumputan atau semak yang tumbuh di sekitar lahan.
  2. Melakukan pencangkulan paling tidak 2 kali. Tahap pertama dibiarkan bongkahan terangin-angin 5 - 7 hari, setelah itu dilakukan pencangkulan ke 2 sekaligus  meratakan, memupuk, menggemburkan dan membersihkan tanah dari sisa - sisa akar.
  3. Setelah itu dibuatkan Membuat bedengan dengan ukuran panjang 5 meter, lebar 1 meter dan tinggi 0,3 meter.
  4. Membuat saluran drainase disekeliling bedengan untuk pengaturan genangan air hujan.

2. Penanaman benih

  1. Membuat lubang tanam di buat sedalam 2-5 cm dengan jarak tanam 40 x 20 cm. benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 3 biji per lubang tanam, kemudian ditutup kembali dengan tanah gembur di sekitar lubang.
  2. Tutup benih dengan tanah gembur dan tanpa dipadatkan. Dengan waktu tanam yang baik akhir musim hujan.
  3. Untuk tanaman monokultur, dibuat lubang dengan tugal dengan jarak 20 x 30 cm, sedangkan untuk tumpangsari dengan jagung lubang untuk kedelai 30 x 30 cm dan untuk jagung 90 x 90 cm. Lubang untuk jagung dibuat terlebih dahulu, dan setelah jagung tumbuh 2 – 3 minggu kemudian dibuat lubang untuk kedelai.
  4. Untuk tanaman monokultur, biji kedelai dimasukan dalam lubangang telah dibuat. Untuk tanaman tumpang sari, biji jagung ditanam ter-lebih dahulu dan 2 – 3 minggu kemudian baru ditanam kedelai.

 

3. Pemupukan

  1. Pemberian pupuk organik di lakukan 1 minggu sebelum benih ditanam dengan dosis pupuk 1 kg, 7,5 kg dan 2,5 kg.
  2. Aplikasi pupuk organik di lakukan secara larikan pada barisan yang akan ditanami benih kedelai. Penyiangan dilakukan setelah tanaman berumur 30 – 35 hari, dan setelah itu langsung dipupuk, yaitu untuk tanaman monokultur dengan 50 kg urea dan 50 kg KCl. Bila kondisinya masih kurang baik, maka penyiangan dilakukan lagi pada umur 55 hari.
  3. Sedangkan untuk tanaman tumpangsari penyiangan dilakukan pada umur jagung 40 – 45 hari dan setelah itu diberi pupuk sebanyak 350 kg urea dan 100 kg KCl.

 

4. Penyulaman dan Penyiangan

  1. Benih kedelai akan mulai tumbuh setelah 5-6 hari. Apabila setelah masa tersebut ada beberapa benih yang tidak tumbuh dengan baik, bisa melakukan proses penyulaman dengan menggantinya dengan benih yang baru.
  2. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tidak terjadi proses pelayuan. Penyiangan dapat dilakukan setelah tanaman kedelai berumur 2 sampai 3 minggu untuk penyiangan yang pertama, 6 minggu setelah proses penanaman pertama atau saat kedelai mulai berbunga untuk penyiangan kedua dan penyiangan ketiga dapat dilakukan setelah proses pemupukan kedua.

 

Dalam rangkaian budidaya, suatu proses yang tak kalah penting adalah proses pemanenan agar kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Waktu panen yang tepat ditandai saat biji polong sudah tampak masak, yaitu bewarna kuning hingga coklat, dan daun menguning dan mulai gugur. Umur kedelai berkisar antara 72-90 hari tergantung varietas, pada kondisi normal kadar air berkisar 20-24%. Panen dilakukan dengan cara memotong batang dengan sabit bergerigi. Dan sebaiknya tanaman tidak tercabut agar bintil akar Rhizobium tetap dalam tanah sebagai pupuk. Proses pemetikan biji polong harus lah dilakukan secara hati-hati. Setelah proses pemetikan selesai, biji kedelai segera dijemur sampai kering dan dilakukan pemilihan biji kacang kedelai yang baik untuk digunakan.

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com