Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
pustaka
wbs
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini50
mod_vvisit_counterKemarin635
mod_vvisit_counterMinggu ini50
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4128
mod_vvisit_counterBulan ini9686
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19784
mod_vvisit_counterSemua hari608446

Online (20 menit yang lalu): 10
IP Anda: 23.20.129.162
,
Hari ini: 18 Nov, 2017
Sekilas tentang Ayam Nunukan PDF Cetak E-mail
Oleh Nur Rizqi B   
Jumat, 16 Mei 2014 14:57

Ayam nunukan adalah salah satu plasma nutfah Kalimantan Timur.  Berdasarkan sejarahnya, ayam nunukan dibawa oleh imigran berkebangsaan cina yang bekerja di Nunukan dan Tarakan. Walaupun ayam jenis ini populer dengan ayam nunukan tetapi di nunukan sendiri tidak berkembang dengan baik karena sebagian besar imigran tersebut bertempat tinggal di pulau tarakan. Oleh karena itu ayam nunukan justru berkembang bagus di pulau tarakan.

Ayam nunukan mempunyai karakteristik dan kekhasan tersendiri yang dapat dilestarikan dan dikembangkan. Karakteristik dari ayam nunukan : jantan dan betina memiliki bulu coklat sebagai warna dasar,  pola warna bulu yang polos,  kerlip bulu keemasan, corak bulu polos. Karakteristik lain dari ayam nuunukan adalah lambatnya pertumbuhan bulu pada sayap dan ekornya, yang sangat sedikit/sangat pendek atau bahkan tidak tumbuh sama sekali (Wafiatiningsih et al, 2005).

Ayam nunukan merupakan ayam dwiguna yaitu sebagai ayam petelur dan pedaging. Pada umur 6 bulan beratnya dapat mencapai 3,5 kg (berat hidup) dan pada umur dewasa beratnya dapat mencapai lebih dari 4 kg (Irawan, 1996).  Creswell and Gunawan (1987) menyatakan bahwa produksi pertama ayam nunukan pada umur 153 hari sedangkan ayam ras petelur berproduksi pertama pada umur 150 hari. Total produksi telur ayam nunukan adalah 182 butir /tahun  sedangkan ayam ras sebanyak 259 butir . Walaupun produksi telurnya lebih rendah dibandingkan dengan ayam ras, tetapi konsumsi ayam nunukan lebih rendah, 85 gr/ekor/hari, dibandingkan dengan ayam ras petelur  yaitu 118 g/ekor/hari. Tetapi konversi pakan ayam nunukan lebih tinggi yaitu 3,6 dibandingkan ayam ras petelur yang mempunyai konversi pakan 2,7.

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com