Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
pustaka
krpl
400 TIP
Katam
cpns2014
Suplemen Sinta

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini212
mod_vvisit_counterKemarin353
mod_vvisit_counterMinggu ini2021
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir3048
mod_vvisit_counterBulan ini10112
mod_vvisit_counterBulan Terakhir12007
mod_vvisit_counterSemua hari160181

Online (20 menit yang lalu): 6
IP Anda: 54.166.105.24
,
Hari ini: 24 Okt, 2014
Seputar Jamur Tiram dan Jamur Merang PDF Cetak E-mail
Oleh Bachrian Pebriyadi dan Nur Rizqi Bariroh   
Kamis, 05 November 2009 10:36
Jamur merupakan salah satu bahan makanan yang bergizi tinggi non kolesterol. Dalam budidayanya, jamur merupakan tanaman yang ditanam dengan temperatur, kelembaban dan ventilasi yang terkontrol. Pada budidaya jamur merang diperlukan lingkungan dengan temperatur ± 33 0C dan kelembaban ± 85 %. Pada budidaya jamur kancing diperlukan lingkungan pertumbuhan dengan temperatur ± 32 0C dan kelembaban ± 83 %. Jamur yang dibudidayakan biasanya sudah dapat dipanen setelah ± 10 hari, tapi dapat lebih lama tergantung pada temperatur dan kelembaban lingkungannya.
ANEKA KHASIAT JAMUR

Biasanya orang mengonsumsi jamur bukan hanya lantaran rasanya yang lezat, tetapi juga karena alasan lain, yakni manfaat dan khasiat yang terkandung di dalamnya. Bisa disebut, faktor khasiat dan manfaat inilah yang menjadi prioritas konsumen jamur. Tujuannya tentu saja demi kesehatan tubuh atau hal lain yang berkaitan dengan vitalitas. Tidaklah mengherankan jika berbagai jenis jamur kini menjadi bagian dari menu favorit di sejumlah rumah makan.

KANDUNGAN GIZI
Dari hasil penelitian, jamur yang biasa kita makan rata-rata mengandung 14-35 persen protein. Dibandingkan dengan beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen), jamur berkadar protein lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada jamur ada sembilan jenis dari total 20 jenis yang kita kenal yaitu lysin, methionin, tryphtofan, theonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan fenilalanin.

KENDALA BIBIT
Jamur konsumsi (edible mushroom), seperti jamur merang dan jamur tiram, telah banyak dibudidayakan di Indonesia, baik pada skala kecil maupun skala industri. Dengan rasa enak dan nilai gizi tinggi serta siklus produksi pendek, maka jamur konsumsi merupakan peluang usaha untuk dikembangkan secara komersial.
Salah satu kendala dalam budidaya jamur, khususnya di tingkat petani adalah kurang tersedianya bibit yang memenuhi kuantitas dan kualitas produksi. Untuk mengatasi kendala akan ketersediaan bibit jamur konsumsi, maka Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur telah mengusahakan adanya koleksi bibit Jamur Tiram dan Jamur Merang.

Deskripsi produk dan jasa
1. Penyediaan bibit jamur tiram dan jamur merang
2. Jasa-jasa konsultasi tentang teknik budidaya jamur
3. Hasil-hasil penelitian tentang budidaya jamur konsumsi.

Sedangkan kalori yang dikandung jamur adalah 100 kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh. Jamur juga kaya akan vitamin, di antaranya B1 (thiamin), B2 (riboflavin), niasin, dan biotin. Untuk mineral, jamur mengandung K, P, Fe, Ca, Na, Mg, Mn, Zn, dan Cu. Serat jamur sangat baik untuk pencernaan. Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para pelaku diet. Menurut hasil riset bahwa riboflavin, asam nikotinat, pantetonat, dan biotin (Vit B) yang ada pada jamur masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak.

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com