Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini116
mod_vvisit_counterKemarin620
mod_vvisit_counterMinggu ini736
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5249
mod_vvisit_counterBulan ini14116
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1028908

Online (20 menit yang lalu): 6
IP Anda: 35.175.120.59
,
Hari ini: 18 Agus, 2019
Hama Tanaman Jeruk PDF Cetak E-mail
Oleh Nurbani   
Jumat, 25 Juli 2014 14:30

Jeruk adalah salah satu buah populer yang ada di Indonesia, ada banyak jenis jeruk yang tumbuh dan berkembang di sini, salah satu nya adalah jeruk keprok yang merupakan jeruk yang tumbuh di daerah subtropis. Jeruk keprok ini memiliki kaya akan Vitamin C yang banyak, memiliki serat pektin yang dapat menurunkan kolesterol. Selain itu, buah ini indah pasokan kalium, niasin, thiamin dan Vitamin B6, serta berisi lebih dari dua puluh kali lebih banyak vitamin A dari buah anggur putih. Jeruk ini termasuk jenis yang mampu beradaptasi dengan baik terutama pada daerah kering, akan tetapi tetap saja jeruk jenis ini terbebaskan dari ancaman hama yang mengintai jenis ini. Ada banyak hama yang mengancam, yaitu :

 

1.  Kutu loncat (Diaphorina citri.)

  • Bagian yang diserang adalah tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda.
  • Gejala yang timbul : tunas keriting, tanaman mati.
  • Pengendalian nya menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC), Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G, 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, Selain itu buang bagian yg terserang.

2. Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)

  • Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga.
  • Gejala terlihat dari daun yang menggulung dan membekas sampai daun dewasa.
  • Pengendalian nya menggunakan insektisida dgn bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC), Dimethoate (Perfecthion, Rogor 40 EC, Cygon), Diazinon (Basudin 60 EC), Phosphamidon (Dimecron 50 SCW), Malathion (Gisonthion 50 EC).

3. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)

  • Bagian yang diserang adalah daun muda.
  • Gejala terlihat saat alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok.
  • Pengendalian dengan menyemprotkan insektisida dgn bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC, Basudin 60 EC), Malathion (Gisonthion 50 EC, 50 WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC). Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.

4. Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)

  • Bagian yg diserang adalah tangkai, daun dan buah.
  • Gejala terlihat pada bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun.
  • Pengendalian dengan menyemprotkan insektisida Propargite (Omite), Cyhexation (Plictran), Dicofol (Kelthane), Oxythioquimox (Morestan 25 WP, Dicarbam 50 WP).

5. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)

  • Bagian yang diserang adalah buah.
  • Gejala yang ditunjukkan saat lubang pohon mengeluarkan getah.
  • Pengendalian diawali dengan memetik buah yg terinfeksi kemudian menggunakan insektisida Methomyl (Lannate 25 WP, Nudrin 24 WSC), Methidathion (Supracide 40 EC) yg disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu.

6. Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)

  • Bagian yang diserang Helopeltis antonii.
  • Gejala terlihat pada bercak coklat kehitaman dgn pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yg menjadi nekrosis.
  • Pengendalian dengan disemprotkan insektisida Fenitrotionmothion (Sumicidine 50 EC), Fenithion (Lebaycid), Metamidofos (Tamaron), Methomil (Lannate 25 WP).

7. Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp.)

  • Bagian yg diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes.
  • Gejala terlihat pada bekas lubang-lubang bergaris tengah 0,3-0,5 cm, bunga mudah rontok, buah muda gugur sebelum tua.
  • Pengendalian dengan menggunakan insektisida dgn bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) dan Methidathion (Supracide 40 EC). Kemudian buang bagian yg diserang.

9. Thrips (Scirtotfrips citri.)

  • Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda.
  • Gejala yang di tunjukkan saat ada helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang-kadang disertai nekrotis.
  • Pengendalian, dengan menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari measuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Kemudian gunakan insektisida berbahan aktif Difocol (Kelthane) atau Z-Propargite (Omite) pada masa bertunas.

9. Kutu dompolon (Planococcus citri.)

  • Bagian yang diserang adalah tangkai buah.
  • Gejala terlihat pada berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur.
  • Pengendalian dengan menggunakan insektisda Methomyl (Lannate 25 WP), Triazophos (Fostathion 40 EC), Carbaryl (Sevin 85 S), Methidathion (Supracide 40 EC). Kemudian cegah datangnya semut yg dapat memindahkan kutu.

10. Lalat buah (Dacus sp.)

  • Bagian yang diserang adalah buah yg hampir masak.
  • Gejala terlihat saat ada lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah.
  • Pengendalian dengan menggunakan insektisida Fenthion (Lebaycid 550 EC), Dimethoathe (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC) dicampur dgn Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate.

11. Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri.)

  • Bagian yang diserang daun, buah dan tangkai.
  • Gejala terlihat pada daun berwarna kuning, bercak khlorotis dan gugur daun. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur.
  • Pengendalian dengan menggunakan pestisida Diazinon (Basudin 60 EC, 10 G, Basazinon 45/30 EC), Phosphamidon (Dimecron 50 SCW), Dichlorophos (Nogos 50 EC), Methidhation (Supracide 40 EC).

12. Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes.)

  • Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah.
  • Gejala terlihat saat banyaknya daun gugur, ranting muda kadang-kadang mati.
  • Pengendalian dengan memperbaiki sanitasi kebun, kurangi kelembaban perakaran. Kemudian gunakan insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC, 10 G).

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com