Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
upg
pustaka
Suplemen Sinta
wbs
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini518
mod_vvisit_counterKemarin875
mod_vvisit_counterMinggu ini518
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6850
mod_vvisit_counterBulan ini14267
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1145822

Online (20 menit yang lalu): 10
IP Anda: 3.231.212.98
,
Hari ini: 15 Des, 2019
Muara Komam, rintisan dan andalan produsen bawang merah Kabupaten Paser PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Farid. R. Abadi   
Jumat, 25 Juli 2014 12:10

Varietas Manjung, banyak dibudiyakan di KomamKecamatan Muara Komam (Komam) terletak di sebelah Barat Laut Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, dan merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan provinsi Kalimantan Selatan. Jarak dari Tanah Grogot ibukota Paser sekitar 90 km dan jarak dari Banjarmasin ibukota Provinsi Kalimantan Selatan sekitar 300 km. Komam merupakan jalur transportasi Kalimantan Selatan dan Timur dan merupakan daerah lintas perdagangan dari dan antar kedua wilayah tersebut. Sebagai lalu lintas perdagangan, daerah ini sangat potensial sebagai sentra produksi komoditas perdagangan terutama pertanian. Sebagai jalur utama perdagangan, kedua wilayah  saling mengisi permintaan pasar dengan komoditas unggulan masing-masing.

Beberapa kota di wilayah Kaltim termasuk Grogot sendiri memiliki permintaan yang cukup tinggi terhadap berbagai komoditas pertanian terutama sayuran. Tidak semua wilayah sekitar sanggup memenuhi permintaan tersebut dengan sepenuhnya. Beberapa lokasi ternyata memiliki potensi dan menjadi sentra-sentra beberapa komoditas sayuran. Tak terkecuali bawang merah, jenis sayuran yang dikenal sebagai penyumbang inflasi tinggi di Indonesia. Di beberapa waktu tertentu ketersediaan bawang merah yang kurang dengan permintaan yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan melambungnya harga. Potensi inilah yang merupakan nilai tambah dan kesempatan terbuka bagi petani sayuran sebagai produsen untuk meraup keuntungan. Kecamatan Muara Komam adalah salah satu sentra bawang merah Kaltim yang konsisten dengan produksinya dan menyuplai kedua wilayah baik Kalimantan Timur maupun Selatan. Daerah ini sudah sekian lama cukup dikenal sebagai sentra bawang merah Kabupaten Paser.

 

Hamparan tanaman bawang merah di Komam

Tidak diketahui kapan pastinya namun dari salah seorang sumber petani setempat menyampaikan bahwa petani di Muara Komam sudah mulai menanam bawang merah sejak sekitar tahun 1998 atas inisiatif sendiri. Rintisan ini dilakukan oleh para petani bawang merah yang merantau ke Komam. Berbekal pengalaman dan uji coba beberapa kali, akhirnya  produksi bawang merah menunjukkan hasil yang cukup bagus didukung dengan besarnya permintaan di daerah sekitar. Akhirnya, dengan besarnya prospek dan hasil yang dapat dilihat langsung oleh petani lainnya, penanaman bawang merah pun diikuti oleh petani-petani lainnya di Komam. Hingga saat ini luasan pengembangan mencapai 35 ha.

Di salah satu sentra pengembangan bawang merah yakni di Desa Sekuan Makmur, yang juga menjadi sentra pengembangan BPTP melalui kegiatan Pendampingan Kawasan Agribisnis Hortikultura (PKAH), Dinas Pertanian setempat maupun provinsi, bahkan telah mampu menghasilkan bibit bawang merah. Lokasi ini memiliki lahan yang cukup subur dan sesuai, dengan dukungan penguasaan teknologi budidaya yang telah memadai oleh petani. Varietas yang telah dibudidayakan diantaranya Manjung, Bima, Bauji, Thailand dan Super Philips dengan varietas Manjung merupakan yang paling banyak dibudidayakan. Kondisi sumber air juga sangat memadai dengan ketersediaan air sepanjang tahun. Selain itu, semangat dan inisiasi dari petani sendiri maupun pembinaan yang selama ini dilakukan oleh penyuluh lapang juga sangat mendukung pengembangan bawang merah di wilayah ini. Menurut sumber penyuluh lapang setempat, harga komoditi bawang merah di pasaran juga cukup baik sehingga cukup potensial. Petani yang menanam bawang merah pada 1 ha lahan dengan bibit sebanyak kurang lebih 1 ton dapat menghasilkan minimal 8 ton bahkan bisa mencapai hingga 12 ton/ha. Dengan harga bawang merah yang berkisar Rp. 12.000,- /kg. Belum lagi dengan adanya saat-saat tertentu seperti halnya tahun baru maupun hari raya iedul fitri yang menyebabkan harga bawang merah melambung tinggi, petani dapat meraup untung yang maksimal.

Dengan penguasaan teknologi yang memadai dari budidaya hingga pasca panen, petani bawang merah di Komam memiliki potensi sebagai produsen bibit yang juga memiliki permintaan cukup tinggi di daerah sekitar dan Kaltim pada umumnya. Dengan potensi bawang merah yang bagus banyak petani yang tertarik menanam bawang merah dan mengembangkannya di daerah masing-masing. Hal ini memicu permintaan bibit bawang merah yang cukup tinggi. Sebagai gambaran di wilayah Komam sendiri pengembangan bawang merah meningkat dari tahun ke-tahun dari mulai “coba-coba” kurang dari 1 ha hingga luasan 10 bahkan lebih dari 30 ha. Besarnya permintaan bibit juga dipicu oleh program pengembangan bawang merah dari pemerintah setempat di wilayah-wilayah  lainnya seperti di Batu Engau dan Padang Jaya.

Dari tahun ke-tahun, Komam senantiasa terdepan dengan produksi bawang merahnya di wilayah Paser. Dengan peningkatan produksi dan luas panen yang meningkat terus, Komam menjadi andalan produksi bawang merah Kabupaten Paser dan Kaltim pada umumnya. Dari Komam pula salah satu rintisan pengembangan bawang merah Paser yang diadopsi meluas oleh petani dan memiliki potensi pengembangan yang masih cukup besar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani maupun pemerintah untuk konsisten dan bergerak bersama-sama mendukung pengembangan wilayah agribisnis komoditas bawang merah di Komam.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com