Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Suplemen Sinta
wbs
upg
Katam
pustaka

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini590
mod_vvisit_counterKemarin660
mod_vvisit_counterMinggu ini5061
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6072
mod_vvisit_counterBulan ini13970
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1028762

Online (20 menit yang lalu): 16
IP Anda: 3.227.10.125
,
Hari ini: 17 Agus, 2019
Cagar Alam Kersik Luwai, Kutai Barat PDF Cetak E-mail
Oleh Afrilia   
Senin, 05 Mei 2014 15:34

Kersik Luwai dalam bahasa Dayak berarti ‘Pasir Sunyi’. Areal ini ditetapkan sebagai Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 792/Kpts/Um/10/1982. Luas kawasan ini sebenarnya kurang lebih 5000 hektar, akan tetapi hutan tempat habitat utama Anggrek hanya sekitar 17.5 hektar. Sebelum kebakaran hebat tahun 1982, di Kersik Luwai teridentifikasi 72 jenis Anggrek. Namun setelah kebakaran, yang tersisa sekitar 57 jenis anggrek.

Jenis anggrek endemik yang paling populer di Kersik Luwai adalah Anggrek Hitam (Coelogyne Pandurata). Anggrek ini relatif mudah ditemukan dibawah rimbunan pepohonan. Anggrek ini mekar setiap bulan, dan bunganya mampu bertahan sekitar 1 minggu. Selain itu anggrek Kantung Semar (Nephentes sp) juga relatif mudah ditemukan. Beberapa jenis anggrek lain juga yang dapat ditemukan adalah: Anggrek Merpati (Dendrobium Rumenatum), Anggrek Tebu atau Anggrek Harimau (Grammatophyllum Speciosum), Anggrek Bambu (Coelogyne Foerstermanii).

Kersik Luwai berjarak 360 km dari kota Samarinda. Jadi untuk menjangkaunya cukup sulit, namun bisa menggunakan pesawat kecil Twin Otter terlebih dahulu ke Sendawar, Kutai Barat, untuk dilanjutkan dengan perjalanan darat.

Sumber: Kompas, 26 Oktober 2006.

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com