Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini452
mod_vvisit_counterKemarin752
mod_vvisit_counterMinggu ini1861
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini15861
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1030653

Online (20 menit yang lalu): 9
IP Anda: 3.81.28.94
,
Hari ini: 20 Agus, 2019
Nurbani : “ jangan bakar jerami…” PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Bagus   
Rabu, 02 Oktober 2013 06:25

Demikian disampaikan berulang-ulang oleh Ir. Nurbani selaku penanggung jawab kegiatan SL-PTT Padi BPTP Kalimantan Timur pada acara temu lapang dan panen bersama kelompok Tani Mulya di lokasi SL-PTT Desa Bukuan Kecamatan Palaran Kota Samarinda pada hari Selasa, 1 Oktober 2013. Pada acara tersebut beliau menyampaikan  5 (lima) hal penting terkait SL-PTT Padi, yaitu 1. Benih Unggul/benih yang berlabel, 2. Umur benih di persemaian tidak boleh lebih 21 hari, 3. Tanam 1-2 tanaman/lbg tanam, 4. Cara tanam, jajar legowo 2:1 dan 5. Pengembalian limbah panen padi ke tanah dalam bentuk kompos.

Acara yang bertempat di tengah sawah milik Bpk. Katmiran dihadiri hampir seluruh anggota kelompok Tani Mulya, Wakil Lurah Bukuan, Ka. BPP Palaran, Dinas Pertanian Kota Samarinda serta rombongan BPTP Kaltim.

Bachrian Pebriyadi S.Pi., M.Si mewakili Ka. BPTP Kaltim menyampaikan bahwa ada beberapa kegiatan di tahun 2013 antara lain  MP3MI, KRPL, PSDSK serta Layanan Laboratorium yang sudah terakreditasi, selain itu beliau mempersilahkan para petani untuk tidak segan-segan mengunjungi BPTP Kaltim bila ada hal-hal yang ingin disampaikan terkait tentang pertanian tentunya.

Pada sesi dialog, Ir. Nurbani menyampaikan bahwa kebiasaan petani yang sering membakar jerami padi setelah panen sebaiknya tidak diulangi lagi, karena jerami padi tersebut bisa diolah menjadi kompos dengan proses yang sederhana dan pasti bisa dilakukan oleh petani. Selain mengurangi biaya pengeluaran untuk pupuk, kompos tidak ada efek samping yang negatif bagi tanah dan tanaman.

Pada kegiatan Pendampingan SL-PTT dilakukan display VUB padi yaitu Inpari 6, 10 dan 14, setelah dilakukan sampel ternyata inpari 10 menghasilkan panen paling tinggi diantara 3 varietas tersebut yaitu  7,5 t/ha gkp, inpari 6 : 7,4 t/ha gkp dan inpari 14 : 5,7 t/ha gkp.

Hasil pertemuan temua lapang tersebut, BPTP kaltim mengharapkan kepada petani/kelompok tani untuk mengembangkan varietas padi yang telah adaptif di wilayah tersebut. Pengembangan untuk musim rendengan akan dilakukan secara massal dengan penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu.

 

 

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com