Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
pustaka
Suplemen Sinta
wbs
upg

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini699
mod_vvisit_counterKemarin795
mod_vvisit_counterMinggu ini3763
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini17763
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1032555

Online (20 menit yang lalu): 12
IP Anda: 34.236.190.216
,
Hari ini: 22 Agus, 2019
Teknologi Pengolahan Beras Beriodium PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh admin   
Jumat, 17 Mei 2013 14:04

Teknologi pengolahan beras beriodium adalah teknologi fortifikasi beras dengan unsur iodium yang diharapkan dapat mengatasi masalah gangguan kesehatan akibat kekurangan iodium (GAKI). Kekurangan iodium dapat menyebabkan penyakit gondok pada tahap awal, pada jangka panjang akan berdampak mengurangi kecerdasan dan gangguan fisik serta mental anak-anak. Prinsip kerja teknologi fortifikasi yakni memanfaatkan sifat iodium yang mudah terikat dengan amilosa yang ada unsur utama beras. Fortifikasi iodium dilakukan dengan menambah bahan pengikat yang diaplikasikan dengan memakai alat pengabut bertekanan yang ditanamkan pada alat penyosoh beras.

hasil penelitian menunujkkan bahwa pemakaian fortifikasi iodat (IO3) pada beras dengan memanfaatkan bahan pengikat menunjukkan kadar iodium beras sebesar 7,47 ppm, sedangkan pada nasi 4,6 ppm. Hasil tes organopletik menyatakan bahwa rasa beras beriodium tak berbeda dengan beras biasa. Dari segi penampakan, beras beriodium lebih putih, menarik dan cemerlang diabnding beras biasa yang umunya berwarna kusam dan berdebu. Biaya menyisipkan iodium melalui teknologi fortifikasi ini hanya Rp. 3 – Rp. 5 per kg beras iodium. Teknologi ini sedang digalakkan untuk diaplikasikan di tempat penggilingan.

 

 

 

Sumber : 300 teknologi inovatif litbang pertanian 2012

Kontak : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian

 

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com