Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini117
mod_vvisit_counterKemarin620
mod_vvisit_counterMinggu ini737
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5249
mod_vvisit_counterBulan ini14117
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1028909

Online (20 menit yang lalu): 6
IP Anda: 35.175.120.59
,
Hari ini: 18 Agus, 2019
Daun katuk, Pelancar Air Susu Induk Sapi PDF Cetak E-mail
Oleh Nur Rizqi B   
Selasa, 14 Mei 2013 06:55

Sapi yang merupakan salah satu hewan mamalia setiap tahun akan menyusui anaknya. Seperti halnya bayi manusia, anak sapi atau yang dikenal dengan naman pedet akan terganggu kesehatannya jika tidak mengkonsumsi air susu induknya dalam jumlah yang cukup. Tetapi tidak semua induk sapi dapat memproduksi air susu dengan lancar. Salah satu cara yang lazim diterapkan peternak di Gunung binjai, kelurahan Teritip-Balikpapan, untuk mengatasi problem di atas adalah dengan memberikan daun katuk kepada induk yang bermasalah tersebut.

Berdasarkan Wikipedia Indonesia, Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan sayuran yang banyak terdapat di Asia Tenggara. Tumbuhan ini dalam beberapa bahasa dikenali sebagai mani cai ( bahasa Tionghoa) , cekur manis (bahasa Melayu) dan rau ngót (bahasa Vietnam). Daun katuk merupakan sayuran minor yang dikenal memiliki khasiat memperlancar aliran air susu ibu (ASI).Tumbuhan ini termasuk dalam suku menir-meniran (Phyllanthaceae), dan berkerabat dengan menteng, buni, dan ceremai. Ia termasuk dalam tribus Phyllantheae dan subtribus Flueggeinae. Daun katuk dapat mengandung hampir 7% protein dan serat kasar sampai 19%. Daun ini kaya vitamin K, selain pro-vitamin A (beta-karotena), B, dan C. Mineral yang dikandungnya adalah kalsium (hingga 2,8%), besi, kalium, fosfor, dan magnesium. Warna daunnya hijau gelap karena kadar klorofil yang tinggi.

Pada induk sapi yang memproduksi air susu kurang, cara pemberian daun katuk sangat sederhana  Cukup diberikan kepada sapi dengan jumlah yang cukup, diperkirakan sebesar  1 kg/ekor. jika sapi tidak mau mengkonsumsi daun katuk maka dilakukan dengan cara  0.5 kg daun katuk direbus dengan air lebih kurang 600 ml, ditambah garam, disaring kemudian diminumkan kepada induk sapi. Biasanya jika pemberian daun katuk dilakukan pada pagi hari, maka air susu induk sapi akan keluar lancar pada sore harinya.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com