Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini561
mod_vvisit_counterKemarin752
mod_vvisit_counterMinggu ini1970
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini15970
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1030762

Online (20 menit yang lalu): 17
IP Anda: 34.239.158.107
,
Hari ini: 20 Agus, 2019
Dua Kesalahan Umum Peternak Sapi Potong di Kaltim PDF Cetak E-mail
Oleh Nur Rizqi Bariroh   
Jumat, 24 Agustus 2012 07:34

Sapi  masih merupakan komoditi  yang cukup menarik bagi peternak. Banyak peternak yang memilih memelihara ternak ini sebagai tabungan. Akan tetapi banyak peternak yang kurang mengetahui bagaimana memperoleh keuntungan yang lumayan besar dalam budidaya ternak sapi ini. Ada dua kesalahan utama  peternak dalam menjalankan usaha ternak sapi potongnya, sehingga keuntungan yang didapat tidak optimal.  Kesalahan pertama adalah peternak kurang mengetahui seberapa besar kemampuan yang dimiliki untuk pengembangan usahanya.  Sebahagian besar peternak  memelihara sapi dalam jumlah puluhan ekor namun kemampuan pemeliharaan sebenarnya hanya separonya. Kemampuan yang dimaksud berupa sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam. Kondisi ini umum terjadi di daerah Kalimantan Timur. Akibatnya adalah peternak memelihara ternaknya dengan cara ala kadarnya. Ternak diumbar di padang penggembalaan liar yang belum diperbaiki  vegetasinya. Akibat selanjutnya adalah sapi yang dipelihara kurang tumbuh dengan baik, sehingga kondisi tubuh sapi menjadi kurus, mudah terserang penyakit dan tidak dapat ber-reproduksi dengan baik.  Kesalahan kedua yang dilakukan oleh peternak adalah menjual sapi miliknya ketika sapi yang dimiliki sudah berjumlah banyak.  Jika ternak sudah banyak, ternak belum tentu dalam kondisi  yang bagus. Bisa jadi, performan ternak pada waktu itu menurun karena penyakit atau karena faktor iklim.

Bagaimana mengatasi masalah-masalah tersebut?  Tentunya dengan cara memperbaiki kesalahan-kesalahan tesebut di atas.  Seharusnya peternak mengetahui kemampuannya dalam memelihara jumlah ternak sehingga ternak yang dimiliki konstan,  jika peternak tidak dapat menambah sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia yang memelihara. Yang kedua adalah dengan cara membeli ternak yang kurus kemudian digemukkan dan segera dijual ketika sudah mencapai bobot badan yang diharapkan. Pengalaman peternak yang berhasil di Kabupaten PPU adalah segera menjual ternak yang dipelihara ketika sapinya sudah mencapai bobot badan yang diinginkan. Penggemukan yang menguntungkan adalah jika dilakukan pemeliharaan 2-3 bulan. Penggemukan yang dilakukan lebih dari periode tersebut akan merugikan peternak sendiri. Hal ini disebabkan pertambahan bobot badan tidak seimbang dengan biaya pemeliharaan. Waktu penjualan ternak tidak harus menunggu hari hari besar, seperti Idul Adha, yang mana permintaan ternak melonjak tajam.

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com