Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
pustaka
wbs
Katam
Suplemen Sinta
upg

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini805
mod_vvisit_counterKemarin974
mod_vvisit_counterMinggu ini6780
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6899
mod_vvisit_counterBulan ini13679
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1145234

Online (20 menit yang lalu): 12
IP Anda: 18.207.255.49
,
Hari ini: 14 Des, 2019
Bunga Rosela Mampu Obati Penyakit Gusi PDF Cetak E-mail
Oleh Tim Redaksi   
Senin, 23 Juli 2012 08:12

Ekstrak kelopak bunga rosela (Hibiscus sabariffa L) mampu menghambat perkembangan Streptococcus sanguinis, salah satu bakteri pelopor pembentuk plak dan pencetus gingivitis atau radang gusi. Khasiat rosela tak kalah dengan klorheksidin, obat kumur standar untuk gusi.

Demikian hasil penelitian dokter gigi spesialis periodontik Trijani Suwandi untuk disertasinya, “Pengembangan Potensi Antibakteri Kelopak Bunga  Hibiscus sabariffa L atau rosela. Trijani mendapat yudisium cum laude saat mempertahankan disertasi doktornya di Fakultas Kedokteran Gigi universitas Indonesia, Jumat 13 Juli 2012. Bertindak sebagai promotor drg Dewi Fatma Suniarti, MS, PhD dan kopromotor Prof drg SW Prayitno, MSc, PhD.

Menurut Trijani, obat tradisional ini bisa menjadi pengganti klorheksidin dan tidak mengakibatkan efek samping. Pemakaian klorheksidin bisa mengakibatkan efek samping, seperti warna hitam pada gigi dan lidah serta iritasi karena ada alkoholnya, katanya. Trijani menemukan, kadar hambat minimal dan kadar bunuh minimal ekstrak kelopak bunga  rosela pada konsentrasi 0,78 persen mampu menghambat bakteri S sanguinis. Mulut menjadi pintu gerbang masuknya kuman. Dengan mengurangi S sanguinis, plak dalam rongga mulut akan berkurang dan jumlah bakteri patogen turun, bahkan tidak ada perlekatan sama sekali, katanya.

Trijani menguraikan, pembersihan rongga mulut intensif dapat menghindarkan seseorang dari penyakit sistemik, seperti stroke, diabetes dan jantung. Kesehatan mulut berhubungan dengan kesehatan tubuh. Sebab, kuman paling banyak masuk lewat mulut. Kelahiran bayi prematur misalnya, 90% kasus terjadi pada ibu dengan penyakit gusi, katanya memaparkan.

Meski khasiat kelopak bunga rosela terbukti secara ilmiah, pengembangannya menjadi obat standar herbal masih perlu beberapa tahapan. Agar sejajar dengan obat modern, harus dilakukan uji klinis fitofarmaka. Ekstrak kelopak bunga rosela sebagai obat standar herbal belum ada. Tapi, dengan penelitian ini, ada bukti ilmiah. Rebusan kelopak bunga rosela bisa menjadi obat kumur. Ujar Trijani.

Ditargetkan dalam dua hingga tiga tahun kedepan bisa terwujud obat herbal standar dengan bahan dasar ekstrak kelopak bunga rosela. Prof Frans D Suyatna selaku penguji mengapresiasikan hasil penelitian trijani. Menurut Suyatna, penggunaan obat tradisional ekstrak kelopak bunga rosela memihak masyarakat kecil.

( Sumber : Kompas, 14 Juli 2012)

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com