Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Suplemen Sinta
wbs
upg
Katam
pustaka

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini586
mod_vvisit_counterKemarin660
mod_vvisit_counterMinggu ini5057
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6072
mod_vvisit_counterBulan ini13966
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1028758

Online (20 menit yang lalu): 14
IP Anda: 3.227.10.125
,
Hari ini: 17 Agus, 2019
Menguatkan Anak Ayam Baru Menetas PDF Cetak E-mail
Oleh admin   
Rabu, 29 Februari 2012 08:47

Anak ayam baru menetas bisa lebih resisten terhadap penyakit-penjakit infeksi bila ditetaskan pada suhu yang tepat. Terbukti pula bahwa pemberian pakan pada ayam secara seketika setelah menetas bisa meningkatkan ketahanannya pada fase pertumbuhan selanjutnya.

Kesimpulan itu diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Irene Walstra, ilmuwan pada Universitas Riset Wageningen, Belanda belum lama ini. Penelitian tersebut secara khusus dimaksudkan untuk mencari cara meningkatkan daya adaptasi ayam petelur agar bisa menghadapi patogen secara lebih efektif.

Pada percobaan yang dilakukan, Walstra menetaskan kelompok pertama telur pada suhu optimal kulit telur 37,8oC dan anak ayam langsung seketika itu memiliki akses pada pakan dan air. Lalu anak ayam dipelihara dalam perkandangan bebas (terbuka) bermandi debu selama7 minggu. Kelompok-kelompok lainnya ditetaskan pada suhu kulit telur antara 36,7oC dan 38,9oC, tetapi tidak diberi akses langsung seketika pada pakan dan air dan dipelihara dalam sangkar, sebagaimana kelaziman pada industri unggas sekarang ini.

Ketika pada umur 53 hari ayam-ayam tersebut dipaparkan pada parasit intestinal (saluran pencernaan), semua ayam kecuali yang berasal dari kelompok pertama penetasan di atas terkena penyakit. Ayam dari kelompok pertama, kalaupun terkena penyakit, tidak separah yang dari kelompok lainnya. Penurunan bobot ayam kelompok pertama juga lebih sedikit dibanding kelompok lain.

Walstra menyimpulkan peternak ayam petelur akan memperoleh ayam yang lebih tahan terhadap infeksi bila lebih cermat dalam penanganan suhu penetasan di mesin penetasan dan kondisi pemeliharaan anak-anak ayam yang baru menetas. Diakui bahwa langkah kedua meningkatkan daya tahan ayam, yakni langsung melepas ayam di perkandangan bebas memang tidak mudah karena usaha penetasan standard sejauh ini tidak memiliki fasilitas perkandangan bebas sebelum anak-anak ayam dikirim ke peternak ayam.

Walstra menyatakan riset yang dilakukannya sebagai langkah awal menuju penemuan cara alternatif peningkatan kesehatan hewan tanpa perlu lagi menggunakan obat-obatan. Ia menambahkan resistensi ayam petelur terhadap infeksi juga dipengaruhi kondisi dalam perkandangan, daya virulen patogen bersangkutan dan manajemen peternakan unggas petani.

sumber : sinar tani

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com