Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
lapor
Katam
Portal PPID
eproduk
LPSE
upg

Agenda Sept-Nov 2022


Warning: Creating default object from empty value in /var/vhosts/kaltim/public/ind/modules/mod_eventlist/helper.php on line 102

Warning: Creating default object from empty value in /var/vhosts/kaltim/public/ind/modules/mod_eventlist/helper.php on line 102

Warning: Creating default object from empty value in /var/vhosts/kaltim/public/ind/modules/mod_eventlist/helper.php on line 102

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1294
mod_vvisit_counterKemarin2145
mod_vvisit_counterMinggu ini6572
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir9376
mod_vvisit_counterBulan ini1294
mod_vvisit_counterBulan Terakhir45691
mod_vvisit_counterSemua hari2596898

Online (20 menit yang lalu): 32
IP Anda: 3.235.195.196
,
Hari ini: 01 Feb, 2023
Tabulampot PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Shelva   
Jumat, 04 November 2022 08:41

#BubuhanTani kekurangan lahan tidak menjadi masalah dalam menyalurkan hobi budidaya tanaman. Salah satu solusinya adalah dengan tanaman buah dalam pot atau yang biasa kita kenal dengan tabulampot. Tabulampot dapat dijadikan tanaman yang mempercantik pekarangan maupun produksi buah untuk keluarga. BPTP Kaltim kembali melakukan diseminasi melalui RRI Pro 1 Samarinda. Materi kali ini berjudul “Memanfaatkan Pekarangan dengan Tabulampot” yang disampaikan oleh salah satu fungsional BPTP Kaltim Shelva Aprilia S.Tr.P dalam pemaparannya disampaikan kelebihan tabulampot antara lain memaksimalkan lahan pekarangan yang sempit, perawatan tanaman lebih terjamin dan hasil panennya dapat dinikmati. Terdapat beberapa jenis tanaman yang dapat di budidayakan di tabulampot seperti jeruk, sawo, jambu air, jambu biji, belimbing dll.

Langkah-langkah untuk menanam bibit tanaman ke dalam wadah tabulampot antara lain:

1.            Siapkan bahan-bahan media tanam. Media tanam yang baik biasanya merupakan campuran tanah : sekam : kompos dengan perbandingan 1:1:1, kemudian ayak dan buang kerikil-kerikil yang ada didalamnya. Campurkan bahan-bahan itu hingga merata.

2.            Siapkan pot dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran tanaman. Sebaiknya dimulai dari ukuran pot yang kecil. Sehingga apabila tanaman semakin besar pot bisa diganti, sekaligus sebagai penanda untuk meremajakan media tanam.

3.            Letakkan pecahan genteng/sterofoam pada dasar pot, satu lapis saja. Kemudian letakkan juga satu lapis ijuk atau sabut kelapa.

4.            Kemudian isi dengan media tanam yang sudah disiapkan hingga setengah tinggi pot.

5.            Untuk mengurangi penguapan, pangkas sebagian daun atau batang bibit tanaman. Kemudian buka polybag bibit tanaman, letakkan tepat ditengah-tengah pot. Timbun dengan media tanam hingga pangkal batang.

6.            Padatkan media tanam di sekitar pangkal batang, pastikan tanaman sudah kuat tertopang. Siram dengan air untuk mempertahankan kelembaban. Simpan tabulampot di tempat yang agak teduh untuk beradaptasi. Siram setiap pagi atau sore hari. Setelah satu minggu, letakkan tabulampot di tempat terbuka.

Perawatan tabulampot pada dasarnya sama dengan perawatan tanaman lainnya yaitu :

1.            Penyiraman, tanaman disiram pada pagi dan sore hari atau apabila intensitas hujan cukup tinggi tanaman disiram seperlunya

2.            Pemangkasan, terdapat beberapa jenis pemangkasan yaitu pemangkasan bentuk untuk membentuk tajuk, pemangkasan produksi dengan memangkas tunas air yang bertujuan untuk merangsang pembungaan, dan pemangkasan peremajaan khusus untuk tanaman yang telah tua.

3.            Pemupukan, aplikasi pupuk pada tabulampot dapat dilakukan sebulan setelah tanam dan selanjutnya dipupuk 3-4 bulan sekali. Pemupukan dianjurkan untuk menggunakan pupuk organic maupun pupuk hayati.

4.            Pengendalian hama dan penyakit, menjaga tanaman untuk tetap tumbuh sehat diawali dengan pemilihan bibit unggul, menjaga kebersihan di areal pertanaman seperti penyiangan gulma. Pengendalian hama penyakit tanaman dapat dilakukan secara manual maupun dengan penggunaan pestisida nabati. Penggunaan pestisida kimia dihindari karena tabulampot yang dibudidayakan di sekitar wilayah pemukiman beresiko dapat mencemari lingkungan.

5.            Pergantingan media dan pot. Pada tabulampot sangat perlu diperhatikan penggantian pot yang disesuaikan dengan ukuran tanaman, selain itu pemangkasan akar juga diperlukan agar tanah tidak terlalu padat. Selain pemangkasan akar diperlukan juga pemangkasan daun, batang dan daun pada tanaman untuk mengurangi penguapan.

Harapannnya masyarakat semakin tertarik dalam memanfaatkan pekarangan dengan tabulampot ini selain memperindah pekarangan rumah juga dapat menjadi tambahan gizi dan vitamin untuk keluarga.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com