Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
lapor
Katam
Portal PPID
eproduk
LPSE
upg

Agenda Sept-Nov 2022


Warning: Creating default object from empty value in /var/vhosts/kaltim/public/ind/modules/mod_eventlist/helper.php on line 102

Warning: Creating default object from empty value in /var/vhosts/kaltim/public/ind/modules/mod_eventlist/helper.php on line 102

Warning: Creating default object from empty value in /var/vhosts/kaltim/public/ind/modules/mod_eventlist/helper.php on line 102

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1251
mod_vvisit_counterKemarin2145
mod_vvisit_counterMinggu ini6529
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir9376
mod_vvisit_counterBulan ini1251
mod_vvisit_counterBulan Terakhir45691
mod_vvisit_counterSemua hari2596855

Online (20 menit yang lalu): 41
IP Anda: 3.235.195.196
,
Hari ini: 01 Feb, 2023
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Sionita GG   
Selasa, 31 Mei 2022 14:53

PMK merupakan penyakit yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, rusa, dan lain-lain yang berdampak buruk bagi perekonomian karena menyebabkan penurunan produktivitas daging dan susu.

PMK disebabkan oleh virus RNA Picornaviridae dengan daya tahan hidup di lingkungan dalam waktu cukup lama.Penularan dapat terjadi dengan cepat di mana virus dikeluarkan melalui air liur, nafas, susu, urin dan feses. Virus dapat masuk ke tubuh ternak melalui saluran pernafasan, pakan, lecet kulit dan selaput lendir. Penularan dapat terjadi baik melalui kontak langsung dengan hewan sakit maupun melalui kontak tidak langsung melalui pekerja kandang lewat tangan, pakaian, sepatu boot, dll. Oleh karenanya, perlu dilakukan biosekuriti pekerja dan desinfeksi kandang dan peralatan untuk mencegah penularan penyakit ini.

Masa inkubasi atau masa mulai masuknya virus hingga muncul gejala bervariasi mulai dari 1-14 hari dan paling sering muncul pada hari ke 2 hingga ke 5.Tingkat morbiditas atau jumlah hewan yang terpapar penyakit sangat tinggi namun tingkat kematian rendah, di mana banyak ternak terinfeksi tetapi kematian sedikit pada ternak dewasa (1-5%) dan dapat mencapai 20% pada ternak muda. Hewan ternak dapat menjadi pembawa (carrier) seperti pada kambing domba virus dapat bertahan pada jaringan faringeal selama 4 hingga 6 bulan, dan pada sapi dapat bertahan antara 6 hingga 24 bulan.

Gejala yang muncul adalah demam; lepuh di moncong, mulut, lidah, gusi, langit-langit mulut, lubang hidung,kaki dan puting susu; air liur berlebihan; tidak mau makan dan penurunan kondisi tubuh; kepincangan atau enggan bergerak dikarenakan ada luka di kuku; keguguran; dan kematian ada hewan muda. Tindakan yang dilakukan apabila gejala seperti ini muncul hanyalah terapi suportif serta pencegahan infeksi sekunder. Kemudian dilakukan karantina dan kontrol lalu lintas ternak dengan membatasi ternak masuk dan keluar daerah terpapar. Selain itu diharapkan para peternak segera melaporkan ke petugas kesehatan hewan setempat untuk dilakukan tindakan selanjutnya.

Penyakit ini tidak bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Konsumsi daging masih dapat dilakukan dengan cara merebus daging secara sempurna pada air mendidih selama 30 menit. Hindari memasak daging setengah matang, serta hindari konsumsi jeroan, tulang, dan kepala.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com