Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LPSE
wbs
Portal PPID
upg
pustaka
Katam
Suplemen Sinta

Media Sosial

Agenda Januari 2021

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1019
mod_vvisit_counterKemarin1275
mod_vvisit_counterMinggu ini1019
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir10547
mod_vvisit_counterBulan ini31507
mod_vvisit_counterBulan Terakhir40841
mod_vvisit_counterSemua hari1806852

Online (20 menit yang lalu): 23
IP Anda: 3.236.117.38
,
Hari ini: 20 Jun, 2021
Kedelai PDF Cetak E-mail
Oleh Rosdina N   
Selasa, 27 April 2021 07:43

Kedelai  (Glycine max),  merupakan tumbuhan genus kacang-kacangan Fabaceae. jenis kacang ini memegang peranan penting di dunia karena menjadi sumber protein nabati bagi jutaan orang.  Di Indonesia kedelai banyak dikonsumsi sebagai susu kedelai, tahu dan tempe. Kedelai dapat juga dikonsumsi sebagai snack setelah disangrai atau sebagai sayuran setelah dikecambahkan.

Biji kedelai mengandung protein sebesar 32% dan lemak sebesar 17%, karbohidrat hanya 15% sehingga merupakan sumber protein yang baik bagi penderita diabetes. Kedelai telah digunakan sebagai pengganti daging untuk makanan bayi dan vegetarian dikarenakan kandungan proteinnya yang tinggi dan dapat memberikan karakteristik seperti daging giling.  lebih dari 90% kedelai digunakan untuk pangan, 88% diantaranya untuk bahan baku tahu dan tempe. Ukuran biji besar lebih disukai sebagai bahan baku pembuatan tempe karena memberikan volume produk yang lebih besar sehingga lebih menguntungkan karena tempe dijual dalam satuan volume.

Upaya pemenuhan kebutuhan kedelai dengan meningkatkan produksi terus dilakukan pemerintah melalui perluasan areal dan peningkatan produktivitas. Perluasan areal sebagian dilakukan dengan meningkatkan indeks pertanaman pada lahan sawah. Peningkatan indeks pertanaman memerlukan karakteristik spesifik, diantaranya umur genjah. Umur genjah mengurangi risiko tanaman terhadap cekaman, baik biotik maupun abiotik khususnya kekeringan, mudah dimasukkan ke dalam pola tanam lahan sawah, serta mengurangi konsumsi air dan biaya pengairan. Varietas unggul berumur genjah dan berukuran biji besar semakin diminati konsumen.


Saat ini di IP2TP Samboja bekerjasama dengan Universitas 17 Agustus Samarinda melakukan penelitian kacang kedelai dengan mengujicoba beberapa dosis pupuk organik cair dan jarak tanam.  Adapun varietas yang diujicoba adalah Dega 1 yang merupakan varietas unggul baru keturunan persilangan antara varietas Grobogan dan Malaba yang dilepas Badan Litbang pertanian pada tahun 2016 dengan karakteristik sebagai berikut: potensi hasil 3,82 ton/ha, tipe tumbuhnya determinit, umur berbunga 29 hari, umur masak 71 hari.  Dengan adanya kerjasama ini akan semakin melengkapi data tentang pengembangan kedelai di Kalimantan Timur, sehingga kedepan  kedelai di tanah air dapat swasembada.

 

Sumber : Balitkabi

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com