Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Portal PPID
upg
pustaka
Katam
Suplemen Sinta
LPSE
wbs

Media Sosial

Agenda Januari 2021

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1054
mod_vvisit_counterKemarin1275
mod_vvisit_counterMinggu ini1054
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir10547
mod_vvisit_counterBulan ini31542
mod_vvisit_counterBulan Terakhir40841
mod_vvisit_counterSemua hari1806887

Online (20 menit yang lalu): 20
IP Anda: 3.236.117.38
,
Hari ini: 20 Jun, 2021
Dukung Ketersediaan Benih Berkualitas, BPTP Tanam 10 Ha Inpari 32 di Rawa Mulia PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ekayujaya   
Minggu, 11 April 2021 20:19

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan bimtek pengembangan benih sebar komoditas padi di Desa Rawa Mulia, Kec.Babulu, Kab.PPU, tim BPTP Balitbangtan Kaltim melaksanakan kegiatan tanam bersama di lahan budidaya desa Rawa Mulia.

Dengan didampingi oleh Tim Ahli Komisi IV DPR RI, Kepala BPTP Kaltim menanam benih padi varietas inpari 32 bersama Kepala Dinas Pertanian Kab.PPU, tim penyuluh BPP Kec.Babulu, tim BBI Jortikultura Kab.PPU, dan tiga Kelompok Tani kooperator.


Kegiatan untuk mendukung ketersediaan benih padi berkualitas ini terlaksana atas kolaborasi komisi DPR RI IV dan Badan litbang Kementeriaan Pertanian bersama BPTP Kaltim. Melalui kegiatan ini nantinya 10ton benih padi berlabel akan didistribusikan ke petani di wilayah Kec.Babulu bahkan Kab.PPU.

Dengan pemberian lebel pada benih yang dibagikan, BPTP Balitbangtan Kaltim memberi jaminan bahwa benih yang nantinya dihasilkan merupakan benih berkualitas dan sudah lulus uji sertifikasi. Sertifikasi benih atau bibit merupakan serangkaian pemeriksaan dan atau pengujian dalam rangka penerbitan sertifikat benih atau dokumen yang menyatakan kebenaran mutu dari benih atau bibit. Dalam sistem sertifikasi pembibitan akan ditampilkan beberapa informasi penting terkait bibit yang akan digunakan, seperti sumber benih, kualitas fisik dan fisiologis benih, serta sertifikasi bibit. Seluruh aspek tersebut harus tersertifikasi dengan baik untuk dinyatakan lolos menjadi benih yang baik.

Adapun varietas inparo 32 yang dibudidayakan saat ini merupakan varietas padi unggul Kementerian Pertanian yang memiliki ketahanan terhadap penyakit Hawar daun bakteri strain III, agak tahan terhadap Hawar Daun Bakteri Strain IV, tahan terhadap blas Ras 033, agak tahan terhadap Tungro, dan agak rentan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2, dan 3. Rasa nasi pulen.dengan kadar amilosa 21,8%.

Walau tidak terlalu genjah umur Padi inpari 32 yang tergolong pendek , yakni 107 hari setelah sebar. Dan padi ini secara umum sudah  cukup adaptif di wilayah Kalimantan Timur, serta banyak dibudidayakan oleh petani, untuk itu saat ini ketersediaan bibit secara lokal amat sangat diperlukan.

Harapan Kepala Dinas Pertanian PPU, kegiatan ini terus berlanjut, untuk itu Ka.BPTP Balitbangtan Kaltim (Dr.Fausiah T.Ladja) memastikan bahwa setelah ini tim nya akan tetap melakukan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam berusaha tani dan memproduksi benih berkualitas.

Bahkan untuk seluruh proses budidaya hingga panen benih padi yang ditanam kali ini nantinya akan melalui proses pengawasan baik dari tim BPTP maupun dari tim dilapangan. Harapan terbesar pastinya usaha ini dapat meningkatkan produksi dan produktivitas petani serta sektor pertanian tidak hanya diwilayah ini, tapi bisa menyebar hingga keseluruh Benua Etam.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com