Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
LPSE
wbs
Portal PPID
upg
pustaka
Katam
Suplemen Sinta

Media Sosial

Agenda Januari 2021

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1027
mod_vvisit_counterKemarin1275
mod_vvisit_counterMinggu ini1027
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir10547
mod_vvisit_counterBulan ini31515
mod_vvisit_counterBulan Terakhir40841
mod_vvisit_counterSemua hari1806860

Online (20 menit yang lalu): 23
IP Anda: 3.236.117.38
,
Hari ini: 20 Jun, 2021
Pemanfaatan Musuh Alami Untuk Menekan Perkembangan Populasi Hama PDF Cetak E-mail
Oleh Sunaryo Syam   
Kamis, 04 Februari 2021 15:33

Pengertian

Permasalahan yang umum dijumpai dalam bidang pertanian adalah serangan hama tanaman. Untuk itu dengan berbagai macam upaya, manusia selalu berusaha mengendalikan populasi hama. Salah satu teknik pengendalian hama yang dapat dilakukan yaitu dengan pemanfaatan musuh alami atau yang biasa disebut “biological control”.

Dalam ekosistem alami, tanpa campur tangan manusia setiap jenis hama dapat dikendalikan oleh musuh alami. Musuh alami didefenisikan sebagai serangga atau arhropda lainnya yang dalam kehidupannya secara aktif mencari, memangsa maupun memarasit dan membunuh serangga-serangga hama.

Secara umum ada dua kelompok musuh alami yaitu predator dan parasitoid. Predator adalah serangga atau hewan lainnya seperti tungau dan laba-laba yang memangsa serangga atau hama, sedangkan parasitoid adalah serangga yang pada fase pradewasa (larva) bersifat parasit terhadap hama dan fase dewasanya (imago) hidup bebas dialam dengan nektar bunga sebagai sumber makanannya.

Sejarah Pengendalian Hayati

Catatan sejarah pengendalian hayati dimulai sejak tahun 1.200 Sebelum masehi oleh petani di Cina yang telah menggunakan semut rangrang  (Oocophylla smaragdina) untuk mengendalikan kutu-kutu pada tanaman jeruk dan pada tanaman kurma. Pada saat itu petani Cina menempatkan sarang-sarang semut di pohon-pohon jeruk. Sarang-sarang tersebut dapat dipindahkan dari satu pohon ke pohon lainnya. Sebagai alternatif mereka juga menggunakan batang-batang kayu untuk membantu pergerakan semut predator dari satu pohon ke pohon lain. Ada kesengajaan untuk memanipulasi populasi musuh alami, untuk mengurangi jumlah hama atau mengurangi jumlah kerusakan yang ditimbulkan oleh hama. Sampai sekarang praktik penggunaan semut predator untuk mengendalikan hama masih digunakan di Cina sebagai alternatif dari pengendalian kimiawi.

Contoh jenis predator dan parasitoid

Beberapa contoh predator yang umum kita jumpai misalnya laba-laba, belalang sembah, capung jarum, semut hitam, semut rangrang. Sementara untuk parasitoid umumnya didominasi oleh serangga-serangga dari golongan ordo hymenoptera atau tabuhan seperti Trichogramma sp yang dapat memarasit telur penggerek batang padi, Diadegma semiclausum yang memarasit  ulat kubis Plutella xylostella, serta Eriborus sp yang dapat memarasit ulat grayak. Diperkirakan dari seluruh serangga di dunia 25 % hidup sebagai parasitoid.

Konservasi Musuh alami

Kelimpahan  musuh alami di alam berkaitan erat dengan cara pengelolaan lahan pertanian. Usaha pengendalian  hama yang dilakukan manusia seringkali mengubah tatanan ekosistem alami yang ada sehingga terkadang bukannya menekan tetapi malah mendukung perkembangan serangga hama.

Optimalisasi musuh alami dapat dilakukan melalui tindakan konservasi, yaitu memberikan lingkungan yang mendukung terhadap keberadaan musuh alami.  Apabila musuh alami mampu berperan secara optimal sejak awal, maka populasi serangga hama dapat dijaga untuk selalu berada pada tingkat yang rendah. Salah satu tindakan konservasi musuh alami yang dapat dilakukan misalnya penanaman tanaman refugia disekitar pertanaman. Tanaman refugia dapat dijadikan sebagai penarik datangnya predator maupun parasitoid karena tersedianya sumber nektar dan polen. Contoh tanaman refugia yang dapat dimanfaatkan misalnya adalah bunga kembang kertas (Zinnia ellegans). bunga Matahari (Heliantus annuus L.), bunga pukul delapan (Turnera subulata) dan bunga Kenikir (Cosmos caudatus).

Pengelolaan lahan pertanian yang ramah lingkungan juga dapat mempertahankan keberadaan musuh alami. Keberadaan musuh alami sering terganggu oleh adanya aplikasi pestisida kimia sehingga mengurangi kemampuannya dalam mengatur populasi hama di lapangan. Dampak terburuknya adalah terjadinya fenomena yang disebut resurgensi hama, yaitu peningkatan populasi hama dalam jumlah yang lebih besar melebihi populasi semula, yang disebabkan oleh matinya musuh alami akibat  terpapar pestisida. Oleh karena itu penggunaan pestisida kimiawi secara bijaksana juga merupakan salah satu langkah yang harus ditempuh untuk mempertahankan keberadaan musuh alami yang telah tersedia di alam. Perpaduan berbagai taktik pengendalian yang ramah lingkungan dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida kimia.

Kelebihan dan Kekurangan Pengendalian hayati

Kelebihan:

-        Aman : Tidak ada dampak negatif terhadap lingkungan, manusia, organisme lain.

-        Ekonomis : Menguntungkan karena apabila apabila musuh alami bekerja dengan baik maka hal tsb. berlangsung terus menerus.

-        Efektif dan efisien: Jika musuh alami sudah cocok dengan inang/mangsanya. Maka musuh alami dapat  mencari sendiri inang/mangsanya meskipun tersebunyi.

Kekurangan:

Bekerja secara lambat sehingga hasilnya belum bisa langsung dirasakan karena musuh alami adalah mahkluk hidup yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya.

 

Sumber:

Buchori D. 2014. Pengendalian Hayati dan Konservasi Serangga Untuk Pembangunan Indonesia Hijau. Bogor: IPB Press

Henuhili V, Aminatun T. 2013. Konservasi Musuh Alami sebagai Pengendali Hayati Hama dengan Pengelolaan Ekosistem Sawah. Jurnal Penelitian Saintek, 18 (2).

Cahyono AR, Maghfirah H. 2020. Refugia : Konservasi Musuh Alami Organisme Pengganggu Tanaman. http://protan.faperta.unej.ac.id/refugia-konservasi-musuh-alami-organisme-pengganggu-tanaman/

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com