Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
upg
pustaka
Suplemen Sinta
wbs

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini982
mod_vvisit_counterKemarin1260
mod_vvisit_counterMinggu ini7624
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir7887
mod_vvisit_counterBulan ini34514
mod_vvisit_counterBulan Terakhir42941
mod_vvisit_counterSemua hari1347899

Online (20 menit yang lalu): 20
IP Anda: 3.230.154.129
,
Hari ini: 30 Mei, 2020
Inpari IR Nutri Zinc Solusi Atasi Stunting PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Margaretha   
Rabu, 08 April 2020 19:02

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga anak memiliki perawakan lebih pendek dari anak normal seusianya. Umumnya hal ini disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia cukup tinggi, yakni 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%). Pada tahun 2015, Indonesia menempati posisi tertinggi ke-2 dibawah Laos untuk jumlah anak stunting. Indonesia merupakan negara nomor empat dengan angka stunting tertinggi di dunia. Lebih kurang sebanyak 9 juta atau 37 persen balita Indonesia mengalami stunting. Dan pada tahun 2018, di Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi ke-3 untuk jumlah stunting terbanyak, walaupun jumlahnya turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, masih ada 3 dari 10 balita Indonesia yang mengalami stunting.

Untuk itu, dalam rangka mendukung upaya pemerintah mengatasi persoalan kekerdilan (stunting), Kementerian Pertanian menawarkan Inpari Nutri Zinc, yaitu varietas padi sawah yang kaya kandungan Zn, salah satu zat yang penting untuk mengatasi masalah stunting.

Varietas yang dilepas pada tahun 2019 ini mulai diadaptasikan pada beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Timur. Tim BPTP Balitbangtan Kaltim pada saat ini melakukan uji adaptasi varietas tersebut di IP2TP Samboja, Kab.Kukar. Dan hari ini Ka.Balai (Dr.Muh.Amin) didampingi oleh peneliti dan tim IP2TP melakukan panen varietas yang dikenal agak tahan terhadap WBC biotipe 1, 2. Penampakan fisik bulir padi varietas yang agak tahan HDB patotipe III, memiliki ketahanan blas, serta agak tahan terhadap tungro terlihat cukup bernas, dengan deretan bulir padi yang padat pada setiap tangkainya. Suatu hasil yang cukup menggembirakan bagi tim BPTP mengingat kondisi di lahan tanam yang sering terendam air.

Kesuksesan tim BPTP dalam membudidayakan varietas padi Inpari Nutri Zinc selanjutnya akan di diseminasikan kepada masyarakat. "Kita berharap varietas ini bisa adaptif dan berkembang di Kalimantan Timur, ini merupakan salah satu upaya kita untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi masalah stunting, khususnya untuk wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara" Ujar Dr.Muh.Amin, "mengingat wilayah Kalimantan Utara masih merupakan wilayah yang harus didampingi dalam kegiatan tim BPTP Balitbangtan Kaltim", lanjutnya. (8/04/2020).

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com