Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
upg
pustaka
Suplemen Sinta
wbs

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini964
mod_vvisit_counterKemarin1260
mod_vvisit_counterMinggu ini7606
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir7887
mod_vvisit_counterBulan ini34496
mod_vvisit_counterBulan Terakhir42941
mod_vvisit_counterSemua hari1347881

Online (20 menit yang lalu): 17
IP Anda: 3.230.154.129
,
Hari ini: 30 Mei, 2020
Tugas Kita Bersama, "Jangan Ada Sudut Tanpa Pertanian" PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Margaretha   
Minggu, 03 November 2019 13:02

“Tiada sudut tanpa Pertanian, ini merupakan tugas semua pihak untuk memajukan pertanian, tentunya dengan Saint, Inovation and Network ” tegas Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo pada pembukaan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2019 ke-39 yang dihelat di Puudambu, Kecamatan Angantan, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/11/2019) ditengah 5.000 peserta.

Dengan mengusung tema internasional “Our Actions Are Our Future. Healthy Diets for a #ZeroHunger World“ dan bertema nasional “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”.

Syahrul menilai tema ini dipilih dengan pertimbangan antara lain bahwa bangsa yang mandiri dan merdeka harus memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Indonesia berpotensi besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan tersebut, sehingga Kementan terus bekerja keras dalam menerapkan Teknologi Industri Pertanian untuk mewujudkan peningkatan dan kesejahteraan petani dan pemenuhan lumbung pangan dunia 2045.

Kementerian Pertanian memiliki lembaga riset yaitu Badan litbang pertanian di setiap provinsi yang dapat saling bersinergi baik dengan perguruan tinggi maupun pemerintah daerah maupun swasta untuk melakukan riset dan mengembangkan serta  memberikan nilai tambah dalam kemajuan pertanian dan petani itu sendiri. Tentunya dengan menggunakan inovasi teknologi yang spesifik lokasi serta teknologi pertanian modern yaitu mekanisasi tapi tidak meninggalkan nilai kearifan lokal, tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kedepan akan dibuat program Pertanian Masuk Sekolah, yaitu program yang menekankan pemahaman terkait pertanian sedini mungkin kepada anak – anak sekolah, sehingga keluar dari sekolah minimal memiliki kemampuan memproduksi pangan keluarga.

Melalui HPS ini saya Mengajak seluruh komponen pelaku pertanian agar berupaya sekuat tenaga bekerja keras hingga produksi pangan terpenuhi kebutuhan pangan nasional, ujar Syahrul diakhir pembukaan HPS.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com