Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
upg
Suplemen Sinta
wbs
Katam
pustaka

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini850
mod_vvisit_counterKemarin947
mod_vvisit_counterMinggu ini6227
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6692
mod_vvisit_counterBulan ini19018
mod_vvisit_counterBulan Terakhir24645
mod_vvisit_counterSemua hari1058455

Online (20 menit yang lalu): 20
IP Anda: 18.206.16.123
,
Hari ini: 21 Sep, 2019
Ketika Penyuluh Bertemu PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Ekayujaya   
Rabu, 19 Juni 2019 16:12

Mengaktifkan dan menggerakkan kelompok tani merupakan persoalan utama yang dihadapi kalangan penyuluh pertanian. Salah satu kuncinya agar kelompok tani bisa berjalan dinamis adalah kedekatan penyuluh dengan kelompok tani. Akan tetapi seiring perkembangan zaman pertemuan penyuluh dan petani di lapangan makin jarang ditemui hal itu disadari atau tidak pada akhirnya akan membuat hubungan penyuluh dan petani semakin jauh. Kondisi tersebut berpengaruh dengan kegiatan atau program yang masuk ke Poktan tersebut.

Meski kini petani bisa mendapatkan informasi teknologi pertanian dari internet dan segala hal yang berbau instan, sehingga ada kesan petani tidak lagi memerlukan pendampingan penyuluh secara langsung. Namun kenyataan, sebagian besar petani tetap masih memerlukan bimbingan penyuluh pertanian. Hal ini lah yang terungkap dalam acara pertemuan dan anjangsana penyuluh pertanian se Kota Samarinda (19/06/2019).

Kegiatan yang dihadiri oleh penyuluh pertanian se Kota Samarinda ini turut juga dihadiri oleh penyuluh pertanian dari BPTP Balitbangtan Kaltim. Dalam kegiatan ini dilaksanakan sharing informasi terkait berbagai permasalahan pertanian yang ada di Kota Samarinda. Disamping itu juga beberapa diskusi hangat terkait dengan strategi penumbuhan Kelompok Tani, sesuai dengan permentan No. 273/Kpts/Ot.160/4/2007  tentang Penumbuhan Kelompok Tani, sangat jelas dukungan SDM berkualitas melalui penyuluh pertanian dengan pendekatan kelompok yang dapat mendukung sistem agribisnis berbasis pertanian (tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan). Karena itu perlu dilakukan pembinaan dalam rangka penumbuhan dan pengembangan kelompok tani menjadi kelompok yang kuat dan mandiri untuk meningkatkan pendapatan petani dan keluarganya.

Sementara itu untuk kondisi saat ini, pertemuan rutin kelompok atau biasa disebut LAKU untuk kegiatan penyuluh pertanian  sebagian kecil saja yang berjalan sesuai diprogramkan penyuluh itu sendiri. Justru yang terjadi kegiatan ke kelompok tani sifatnya berdasarkan keperluan  proyek. Banyak yang terjadi saat penyuluh berkunjung, petani lebih sering curhat kekurangan pupuk, bantuan yang tidak tepat sasaran atau tentang hama penyakit.

Untuk itu seyogyanya lah sebagai amanat salah satu tugas penyuluh pertanian harus membina kelompok tani. Pembinaan kelompok tani diarahkan pada penerapan sistem agribisnis, peningkatan peran serta petani dan anggota masyarakat pedesaan lainnya, menumbuhkembangkan kerjasama antar petani dan pihak lainnya yang terkait untuk mengembangkan usaha tani. Dengan pembinaan kelompok tani diharapkan dapat membantu  menggali potensi, memecahkan masalah usaha tani secara lebih efektif, dan memudahkan mengakses informasi, pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya.  Hal ini bisa dilihat dari organisasi kelompok tani yang kuat dan mandiri.

Dengan adanya pertemuan dan anjangsana ini, diharapkan kondisi pertanian di Kota Samarinda kedepannya akan lebih baik. Optimistis pastinya akan selalu dibangun, mengingat keberhasilan suatu program pembangunan tidak hanya bergantung pada bagusnya program tersebut di rencanakan, melainkan lebih bergantung pada bagaimana kerjasama penyuluh dan petani untuk membuat program tersebut "nyata" membawa manfaat.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com