Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
upg
pustaka
Suplemen Sinta
wbs
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini527
mod_vvisit_counterKemarin875
mod_vvisit_counterMinggu ini527
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6850
mod_vvisit_counterBulan ini14276
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1145831

Online (20 menit yang lalu): 12
IP Anda: 3.231.212.98
,
Hari ini: 15 Des, 2019
KONDISI DISPLAY GELAR TEKNOLOGI PENAS XIII PASCA BANJIR , 28 APRIL 2011 PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh mulni erva dan agus heru   
Senin, 02 Mei 2011 15:39

Curah hujan yang tinggi di Kutai Kartanegara dan sekitarnya pada Rabu malam, 27 April 2011, bersamaan dengan kondisi pasang tertinggi sungai Mahakam sehingga menyebabkan meluapnya air sungai Mahakam yang akhirnya merendam sebagian lokasi Display Gelar Teknologi Penas XIII. Selain itu, karena ada pengerjaan dua buah jembatan penghubung di lokasi Display Gelar Teknologi dimana hal tersebut mengakibatkan penyempitan lebar sungai Landap ditambah lagi kerangka beton dan kayu jembatan penghubung tersebut mengakibatkan tertahannya kayu dan ranting tanaman yang ikut bersama aliran air sungai juga mempercepat proses banjir.
Lokasi yang paling parah terendam banjir adalah kluster Nilai Tambah, Daya Saing dan Ekspor, dimana kluster ini dikelola oleh Puslitbanghort (Balitsa, Balitjestro, Balithi dan Balitbu) dan Puslitbangbun (Balitri dan Balitro). Hal ini disebabkan kedua lokasi tersebut agak rendah, berada disisi sungai dan dekat sekali dengan jembatan yang sedang dibangun. 
Hari Kamis, 28 April 2011, air sudah surut dan untuk mencegah terulang kembali maka dilakukan pengangkatan kayu dan ranting oleh Dinas Kebersihan dan Pertanaman Kota Kabupaten Kutai Kartanegara dengan menggunakan excavator. Namun kejadian tersebut meninggalkan sisa lumpur pada tanaman dan lahan sehingga para Teknisi melakukan penyemprotan air terutama pada tanaman yang berada di kluster tersebut. Penyemprotan dilakukan pada tanaman sayuran dan hortikultura termasuk membersihkan plastik mulsa dari endapan lumpur. Untuk tanaman yang di kelola Puslitbangbun tidak dilakukan penyemprotan. Foto berikut menunjukan kondisi pertanaman pasca banjir di lapangan.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com