Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
upg
Katam
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini454
mod_vvisit_counterKemarin752
mod_vvisit_counterMinggu ini1863
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5091
mod_vvisit_counterBulan ini15863
mod_vvisit_counterBulan Terakhir23925
mod_vvisit_counterSemua hari1030655

Online (20 menit yang lalu): 8
IP Anda: 3.81.28.94
,
Hari ini: 20 Agus, 2019
Pisang, si manis yang tak lekang waktu PDF Cetak E-mail
Oleh Rina D   
Sabtu, 05 Januari 2019 07:32

Pisang merupakan salah satu tumbuhan asli Indonesia yang dapat kita temui hampir di semua daerah.

Buah yang memiliki cita rasa manis ini selain disajikan sebagai buah pencuci mulut, bisa juga diolah menjadi makanan yang lezat dan disukai banyak orang.

Setiap waktu buah pisang dapat kita jumpai, baik itu musim penghujan maupun musim kemarau. Namun apakah kita sudah mengetahui cara budidaya pisang yang tepat? Berikut ini disajikan cara budidaya pisang yang tepat mulai dari syarat tumbuh sampai dengan panen dan pasca panen.

1. Syarat tumbuh

 

  • Pisang dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah dengan suhu 21°C - 32°C
  • Curah hujan 1500 - 2500 mm/tahun
  • Tidak tumbuh pada tanah yang mengandung garam minimal 0,07%

 

2. Varietas yang dianjurkan

Varietas pisang : Barangan, Barangan Merah, Raja, Kepok, Raja Siem, Ketan, Ambon serta Cavendish

3. Pembibitan

 

  • Anakan (tinggi 1 m - 1,5 m)
  • Tunas bonggol (diameter 15 cm - 20 cm)

 

Setelah bonggol dipotong, dicelupkan ke dalam hormon perangsang akar, kemudian disemaikan dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm

4. Penanaman

 

  • Buat lubang tanam ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm dan jarak antar lubang 3 m x 3 m
  • Waktu penanaman adalah menjelang musim hujan (September - Oktober)
  • Masukkan bibit dengan posisi tegak, kemudian tutup dengan tanah yang sudah dicampur pupuk organik
  • Penyiraman dilakukan 2 - 3 minggu sekali
  • Pemupukan dasar berupa pupuk kandang 8 - 10 ton/Ha dicampur dengan tanah galian bagian atas

 

5. Pemeliharaan

 

  • Penjarangan anakan (satu rumpun dipelihara 3 batang pohon)
  • Setelah 5 tahun dilakukan peremajaan
  • Pengairan dilakukan 2 - 3 minggu sekali
  • Pupuk urea sebanyak 120 - 200 kg/Ha, pupuk phonska 90 - 100 kg/Ha, pupuk KCL 100 kg/Ha, diberikan 6 bulan setelah tanam (2x dalam setahun)
  • Penyiangan dilakukan bersamaan penggemburan dan penimbunan dapuran pohon pisang
  • Potong jantung pisang pada jarak 25 cm dari sisir buah terakhir
  • Tandan pisang dibungkus kantong plastik bening Polietilen tebal 0,5 mm, diberi lubang dengan diameter 1,25 cm dan jarak tiap lubang 7,5 cm
  • Batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm kedalam tanah

 

6. Pengendalian OPT

 

  • Hama : ulat daun, uret kumbang, cacing, lalat buah
  • Penyakit : penyakit darah, panama, bintik daun, layu daun pucuk, buncitop
  • Pengendalian dengan menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Aplikasi pestisida kimia adalah alternatif terakhir.

 

7. Panen dan pasca panen

 

  • Waktu panen dilaksanakan sekitar 7 - 12 minggu setelah jantung pisang keluar, tergantung varietas
  • Waktu panen pisang ditentukan berdasarkan tingkat kematangan buah
  • Ciri tanaman siap panen adalah mengeringnya daun bendera
  • Buah pisang dipanen bersama tandannya, panjang tandan yang diambil 30 cm dari pangkal sisir paling atas
  • Gunakan alat yang bersih waktu memotong
  • Tandan disimpan dalam posisi terbalik agar getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah
  • Pada perkebunan pisang yang cukup luas, panen dapat dilakukan 3 - 10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif.

 

Sumber : Buku Pintar Penyuluh Pertanian, Ir. H. Isran Noor, M.Si., 2012

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com