Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
pustaka
cybex
wbs
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini85
mod_vvisit_counterKemarin858
mod_vvisit_counterMinggu ini4810
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5119
mod_vvisit_counterBulan ini9929
mod_vvisit_counterBulan Terakhir22642
mod_vvisit_counterSemua hari852329

Online (20 menit yang lalu): 8
IP Anda: 3.80.177.176
,
Hari ini: 14 Des, 2018
Lahan Rawa Lumbung Pangan Masa Depan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh M. Hidayanto   
Sabtu, 01 Desember 2018 07:06

Indonesia hingga kini dikenal sebagai negara agraria, namun ironisnya konversi lahan pertanian ke peruntukan lain semakin besar, sampai ratusan ribu hektare per tahun. Kondisi tersebut tentu akan memengaruhi ketersediaan pangan dalam negeri, karena jumlah penduduk terus bertambah yang diiringi pula dengan peningkatan kebutuhan pangan khususnya beras.

Lahan rawa merupakan salah satu lahan suboptimal yang menjadi pilihan untuk pengembangan pertanian, karena mempunyai potensi dan peran yang sangat strategis dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan.


Secara nasional, kontribusi lahan rawa terhadap ketahanan pangan (khususnya beras) berdasarkan hasil perluasan areal, peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) pada program P2BN mencapai 14-15 persen dari total produksi nasional (BBPSDLP, 201).

Potensi lahan rawa di Indonesia diperkirakan mencapai 33,4 juta hektare (data Kementan 34,1 juta hektare), yang terdiri dari rawa pasang surut seluas 20 juta hektare dan rawa lebak seluas 13,4 hektare. Lahan rawa pasang surut sendiri meliputi lahan potensial seluas 2,07 juta hektare; lahan sulfat masam  6,7 juta hektare; lahan gambut  10,89 juta hektare; dan lahan salin 0,44 juta hektare.

Lahan rawa dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan melalui pengelolaan spesifik lokasi, antara lain: (1) peningkatan ketahanan pangan nasional dan diversifikasi produk, (2) pengembangan agrobisnis dan agroindustri, serta (3) peningkatan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, optimalisasi lahan rawa perlu dilakukan melalui penerapan inovasi teknologi spesifik lokasi dengan tetap memerhatikan kondisi agroekosistem yang bersifat labil atau rapuh. Ke depan lahan rawa menjadi tumpuan untuk mendongkrak produksi pertanian tanaman pangan terutama padi, di samping tanaman hortikultura, perkebunan serta tanaman industri.

Kini saatnya lahan rawa mulai dilirik untuk pengembangan pertanian tanaman pangan terutama padi, dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional. Pemanfaatan lahan rawa perlu diarahkan kepada usaha pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, antara lain melalui: (1) perwilayahan komoditas unggulan melalui peta kesesuaian lahan.

(2) optimalisasi fungsi jaringan tata air, (3) menerapkan dan mengembangkan teknologi pengelolaan lahan dan air spesifik lokasi, (4) peningkatan kapasitas SDM petani dan petugas lapangan, dan (5) pengembangan sarana pendukung serta kelembagaan agrobisnis. Semoga dengan potensi dan ketersediaan inovasi teknologi yang telah tersedia, impian lahan rawa menjadi lumbung masa depan akan segera terwujud.

artikel  selengkapnya :

http://kaltim.prokal.co/read/news/346482-lahan-rawa-lumbung-pangan-masa-depan

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com