Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
Katam
upg
pustaka
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini565
mod_vvisit_counterKemarin944
mod_vvisit_counterMinggu ini4581
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir6899
mod_vvisit_counterBulan ini11480
mod_vvisit_counterBulan Terakhir33798
mod_vvisit_counterSemua hari1143035

Online (20 menit yang lalu): 18
IP Anda: 3.234.214.113
,
Hari ini: 12 Des, 2019
Towuti, Padi Amfibi Adaptif dan Disukai Petani Bulungan PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Tarbiyatul   
Senin, 22 Oktober 2018 19:03

Senyum malu-malu nampak diwajah bapak Salimin (Ketua Poktan Murni) yang didampingi isterinya ketika mendapat kunjungan BPTP Kaltim bersama Kabid TPH dan Kepala UPTD BPP Kab. Bulungan saat panen Var. Towuti pada 17 Okt 2018. Pasalnya kekhawatiran tidak panen jika tanam bulan Juli karena “hama-nya” banyak. Upaya teknis maupun non teknis telah dilakukan BPTP Kaltim bersama Dinas Pertanian Kab. Bulungan guna meyakinkan petani untuk mendukung program UPSUS Pajale di Provinsi Kalimantan Utara, salah satunya percepatan luas tambah tanam (LTT) dengan peningkatan Indek Pertanaman (IP) dari 100 menjadi 200, dari 200 menjadi 250 melalui introduksi VUB Inpago 8, Inpari 30, Inpari 40, Inpara 7 dan Towuti. Kelima VUB yang diintroduksikan toleran terhadap kekeringan dan juga tahan terhadap genangan. Karena sifatnya tersebut maka disebut dengan padi amfibi.

Upaya pendekatan kelembagaan kelompok dari Gapoktan hingga Poktan terus dilakukan oleh Tim BPTP Kaltim bersama Dinas Pertanian Kab. Bulungan, salah satunyadi Desa Panca Agung Kec. Tanjung Palas Utara. Ajakan menanam padi diluar musim mendapat penolakan dengan berbagai alasan, terutama banyak serangan hama termasuk hama burung, selain lahan sawah petani masih mengandalkan hujan.

Ketepatan pemilihan varietas dan pemanfaatan kalender tanam ditambah keserempakan dalam penanaman menjadi kunci keberhasilan peningkatan IP. Berkat pengawalan dan pendampingan bersama antara BPTP Kaltim dengan Dinas Pertanian Kabupaten, Demfarm seluas 30 ha (20 ha Var. Towuti dan 10 ha Var. Inpara 7) di Desa Panca Agung Kec. Tanjung Palas Utara masih terus panen hingga akhir bulan Oktober. Produktivitas Var. Towuti yang ditanam bulan Juli dibanding bulan lainnya hasilnya relatif sama, yaitu ± 3 ton GKP/ha di Poktan Murni, ungkap Salimin. Sedangkan produktivitas ±5 ton GKP/ha di Poktan Mulyo. Perbedaan pada penerapan sistem jajar legowo dan mengikuti SOP budidaya padi secara benar, ujar Agus Subagyo selaku PPL Swadaya.

Tidak saja di Desa Panca Agung, Var. Towuti juga ditanam di Desa Sajau Hilir Kec. Tanjung Palas Timur pada bulan Juli 2018 lalu. Hasil riil diperkirakan Muliadi dengan nada merendah, yaitu ± 6 ton GKP/ha, karena panen masih manual (belum menggunakan Combine Harvester), walaupun hasil ubinan mencapai 7,9 ton GKP/ha. Menurut Kabid TPH Dinas Pertanian Kab. Bulungan, Andik Wahyunarto, Var.Towuti baru dikenalkan pada petani dan mendapat sambutan baik karena ternyata memiliki produktivitas sesuai potensinya dan juga sesuai dengan preferensi petani.

 

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com