Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
wbs
pustaka
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini210
mod_vvisit_counterKemarin724
mod_vvisit_counterMinggu ini3493
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir3885
mod_vvisit_counterBulan ini14844
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19931
mod_vvisit_counterSemua hari722037

Online (20 menit yang lalu): 23
IP Anda: 54.166.172.180
,
Hari ini: 25 Mei, 2018
Petani Geleo Baru, Kutai Barat Tanam Padi dengan Trasplanter PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Tarbiyatul   
Minggu, 06 Mei 2018 18:39

Geleo Baru merupakan salah satu kampung dari 194 kampung di 16 Kecamatan yang ada Kabupaten Kutai Barat. Geleo Baru berada di Kecamatan Barong Tongkok (ibukota kabupaten) dimana potensi sawah dan sumber air tersedia namun belum dioptimalkan. Menanam padi bagi masyarakat lokal merupakan rutinitas yang dilakukan setiap tahun, hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan rumah tangganya.


Hasil panen yang diperoleh masih dibawah rata-rata produktivitas padi ladang nasional, yaitu 40-80 kaleng setara dengan 480 – 960 kg GKG. Padi yang ditanam adalah padi ladang umur 5-6 bulan dengan sistem Tebang, Tebas, Bakar dan Tugal. Dengan adanya UU No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, terjadi penurunan luas tanam padi ladang. Sehingga lahan sawah yang masih tersedia mungkin untuk ditingkatkan Indek Pertanamannya dari 100 menjadi 200 perlu dibina dengan memanfaatkan berbagai inovasi teknologi.

Serangkaian Bimbingan Teknis telah dilaksanakan mendukung Program Upsus Pajale meliputi cara mengoperasikan hand traktor, pembuatan semaian (Dapog) dan pengenalan 3 sistem tanam (Atabela dengan paralon, Tapin dengan Jarwo 4:1, dan Transplanter Jarwo 2:1). Puncak Acara Bimtek yaitu Penggunaan Mekanisasi Transplanter berlangsung kemaren (5/4) di sawah Ketilapm Kampung Geleo Baru Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Acara dihadiri oleh BPTP Kaltim, Danramil Kec. Barong Tongkok, Kepala Adat Kampung Geleo Baru, Ketua Gapoktan Mekar Jaya dan 4 Kelompok Tani (Suka Jadi 1, 2, 3 dan 4) beserta anggotanya, Antusiasme petani lokal dengan kemajuan teknologi sangat tinggi karena dalam bertani masyarakat lokal hanya menggunakan mandau/parang, tidak biasa menggunakan cangkul.

Areal persawahan Ketilapm meliputi 3 kampung (Geleo Baru, Geleo Asa dan Gemuhan Asa), dimana luas potensial ± 500 ha. Saat ini baru difungsikan ± 125 ha dengan Indeks Pertanaman 100. Adanya pertemuan dan bimbingan teknis pada Gapoktan Mekar Jaya, membuat mindset masyarakat lokal/adat suku Dayak dapat menerima inovasi teknologi. Sehingga pada periode tanam April September 2018 dapat dilaksanakan Demfarm seluas 50 ha dengan menanam padi umur genjah (120 hari). Varietas Unggul Baru yang ditanam antara lain Inpari 32, Inpago 8 dan varietas lainnya seperti Mekongga dan Cibogo yang tahan terhadap kekeringan sebagai antisipasi tanam pada MT-2 ini, demikian disampaikan oleh Koordinator Upsus Pajale Kaltim sekaligus LO Kabupaten Kutai Barat

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com