Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
pustaka
cybex
wbs
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini85
mod_vvisit_counterKemarin858
mod_vvisit_counterMinggu ini4810
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5119
mod_vvisit_counterBulan ini9929
mod_vvisit_counterBulan Terakhir22642
mod_vvisit_counterSemua hari852329

Online (20 menit yang lalu): 8
IP Anda: 3.80.177.176
,
Hari ini: 14 Des, 2018
Mikro Organisme Lokal dari Buah Maja PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh Afrilia dan Margaretha   
Kamis, 03 Mei 2018 19:03

Samarinda, 03/05/2018. Sayuran yang beredar di pasaran selama ini biasanya mengandung pestisida kimia yang berbahaya bagi tubuh, sehingga dengan tanam sayur sendiri dan memanfaatkan Mikro Organisme Lokal  (MOL) tentu akan lebih aman dan sehat. Hal inilah yang melatar belakangi BPTP Kaltim dengan narasumber Afrilia Triwidyawati, SP, MP. memberikan bimbingan teknis pembuatan MOL dari bahan daging buah maja kepada ibu – ibu kelompok wanita Lavender Kelurahan Mugirejo, Samarinda Utara.

Afrilia Triwidyawati, SP, MP. memberikan bimbingan teknis pembuatan MOL dari bahan daging buah maja kepada ibu – ibu kelompok wanita Lavender Kelurahan Mugirejo, Samarinda Utara.

Daging buah maja yang tidak dapat dikonsumsi ternyata dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk organik cair sekaligus pestisida nabati.

Bahan  yang dibutuhkan  adalah daging buah maja, air cucian beras, air kelapa, gula, EM 4 dicampur lalu difermentasi selama 15 hari ditempat yang teduh. Proses fermentasi akan membuat MOL beraroma wangi, dan sebelum digunakan disaring terlebih dahulu agar diperoleh cairan yg bersih. Untuk penggunaannya dari setiap 1 liter MOL diencerkan dengan 10 liter air, dan dapat digunakan sebagai tindakan pencegahan  tanaman terserang penyakit sekaligus menyuburkan tanaman tersebut.

Bimbingan teknis  diikuti sekitar 30 orang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Samarinda (Marwansyah).

Dalam sambutannya Ka DKP Samarinda sangat mengapresiasi kegiatan ini karena pembuatan sangat sederhana dan bahan baku yang mudah diperoleh. Selain itu kandungan yang terdapat dalam MOL sangat aman dan tidak meninggalkan residu kimia yang berbahaya bagi tubuh.

Dengan adanya MOL, diharapkan ibu-ibu yg tergabung dalam KWT Lavender dapat mengaplikasikannya pada tanaman sayuran di pekarangan mereka untuk meminimalisir residu bahan kimia sehingga lebih aman dikonsumsi untuk keluarga tercinta.

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com