Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
cybex
wbs
pustaka
Suplemen Sinta
Katam

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini211
mod_vvisit_counterKemarin724
mod_vvisit_counterMinggu ini3494
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir3885
mod_vvisit_counterBulan ini14845
mod_vvisit_counterBulan Terakhir19931
mod_vvisit_counterSemua hari722038

Online (20 menit yang lalu): 22
IP Anda: 54.166.172.180
,
Hari ini: 25 Mei, 2018
Lahan Rawa Pasang Surut Lumbung Pangan Masa Depan Kalimantan Utara PDF Cetak E-mail
Berita
Oleh M. Hidayanto   
Rabu, 02 Mei 2018 09:59

Tanjung Selor-Lahan rawa pasang surut di kawasan Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara mencapai ribuan hektare sangat potensial untuk pengembangan pertanian. Berbagai inovasi teknologi telah tersedia untuk mendongkrak produktivitas lahan rawa ini, baik yang berasal dari Badan Litbang Pertanian maupun dari lembaga research lainnya. Oleh karena itu dalam rangka mendukung kawasan tersebut menjadi lumbung pangan Kalimantan Utara dan juga Nasional, BPTP Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan pengkajian pengelolaan lahan dan air spesifik lokasi.


“Lahan rawa pasang surut merupakan salah satu lahan suboptimal yang potensial untuk pengembangan pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat dan daerah” Demikian antara lain yang disampaikan oleh Hidayanto selaku peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Timur yang rajin melakukan penelitian dan pengkajian di lahan suboptimal, baik di Kalimantan Timur maupun di Kalimantan Utara. Hidayanto menambahkan bahwa lahan suboptimal terutama lahan rawa pasang surut sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian, karena teknologi telah tersedia dan siap diimplementasikan dengan penyesuaian-penyesuaian atau spesifik lokasi. Berbagai kendala harus diatasi agar produktivitas lahan rawa ini dapat dioptimalkan, terutama melalui pengelolaan lahan, pengelolaan air dan berbagai inovasi teknologi spesifik lokasi adaptif lainnya.

Hingga saat ini BPTP Kalimantan Timur masih terus melakukan kegiatan pengkajian pengelolaan lahan dan air di lahan rawa pasang surut di SP-8, Desa Tanjung Buja, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Lokasi pengkajian ini merupakan kawasan pengembangan pertanian yang telah diprogramkan oleh pemerintah daerah beberapa tahun yang lalu melalui program Rice-Food Estate di Delta Kayan di Kabupatan Bulungan seluas 50.000 hektare.

Lebih lanjut disampaikan oleh Hidayanto bahwa pengelolaan air sangat diperlukan di lahan rawa pasang surut untuk mengatur air saat pasang dan surut, sehingga akan dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat meningkatan Indeks Pertanaman (IP) padi. Di Kawasan Tanjung Buka Kab Bulungan ini, dengan inovasi yang telah diterapkan, IP dapat dinaikkan dari yang semula mayoritas IP 100 menjadi IP 200.

Kawasan Tanjung Buka ini semula dibuka untuk program Transmigrasi tahun 2011-2012. Walaupun baru 6-7 tahun, kelompok tani yang ada di kawasan ini dengan penuh semangat dan motivasi yang tinggi terus mengerjakan lahan garapannya untuk budidaya padi. Berbagai kendala yang mereka hadapi terus diatasi dengan penuh semangat untuk menjadikan lahan rawa di kawasan ini sebagai daerah sentra pengembangan pertanian di Kalimantan Utara. Semangat gotong royong mereka luar biasa, sehingga akan memudahkan untuk gerakan tanam serempak dan tanam tepat waktu. Mereka memerlukan dukungan inovasi teknologi pengelolaan lahan rawa melalui bimbingan yang terus menerus baik dari dinas maupun instansi terkait lainnya. ***

 
Joomla Templates by JoomlaVision.com