Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Katam
pustaka
cybex
wbs
Suplemen Sinta

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini85
mod_vvisit_counterKemarin858
mod_vvisit_counterMinggu ini4810
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir5119
mod_vvisit_counterBulan ini9929
mod_vvisit_counterBulan Terakhir22642
mod_vvisit_counterSemua hari852329

Online (20 menit yang lalu): 8
IP Anda: 3.80.177.176
,
Hari ini: 14 Des, 2018
Usir Burung di Lahan Padi PDF Cetak E-mail
Oleh Sundari   
Sabtu, 03 Maret 2018 07:54

Burung merupakan salah satu kelompok vertebrata  terbesar  yang  banyak  dikenal. Diperkirakan  ada  sekitar  9.000  jenis  yang tersebar di seluruh permukaan bumi. Kelompok ini menempati setiap tipe habitat yang ada, mulai dari khatulistiwa sampai daerah  kutub.  Sebagian besar burung merupakan pemakan biji-bijian, hal inilah yang membuat burung menjadi salah satu organisme ancaman di sektor pertanian terutama untuk tanaman padi. Gagal panen bisa mencapai 50% saat tanaman padi telah terserang burung, hal itu dikarenakan burung menyerang secara berkelompok. Jenis burung yang mengganggu adalah burung pipit, atau di beberapa daerah biasa disebut dengan burung emprit (Lonchura leucogastra). Jumlahnya bisa mencapai ribuan ekor dan menghabiskan bulir padi yang siap panen dalam waktu singkat.

Kabupaten Kutai Kartanega, merupakan salah satu Kabupaten di Wilayah Kalimantan Timur yang memiliki luasan lahan sawah yang cukup luas. Lahan padi sawah di wilayah inipun tak luput dari serangan hama burung, adapun cara yang dilakukan oleh petani lokal untuk menghalau burung yaitu :

 

  • Menggunakan pita kaset yang diikat secara horisontal di seluruh penjuru sawah dilengkapi dengan kain yang dibuat seperti pita dari lembaran plastik atau karung pupuk bekas.
  • Menggunakan jaring. Jaring bekas dipasang di sawah dengan menancapkan beberapa bambu sebagai tiang di pematang sawah, kemudian mengikat jaring di bambu tersebut dan membetang. Cara ini bisa cukup efektif akan tetapi harganya relatif lebih mahal.
  • Secara umum, di wilayah lainnya banyak hal yang telah dilakukan untuk mengendalikan hama burung di lahan persawahan. Akan tetapi seperti yang di lansir di laman Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi), hingga saat ini Kementerian Pertanian melalui BB Padi belum merekomendasikan metode pengendalian burung hama padi yang tepat. Untuk itu upaya pengendalian terhadap burung hama padi masih dilakukan secara tradisional, berdasarkan pengalaman petani, diantaranya :
  • Mempergunakan kepingan CD atau DVD bekas. Caranya, tancapkan kayu dengan diameter sekitar 5 cm dengan tinggi sekitar 15 cm di atas pucuk tanaman padi. Di atas tiang tersebut dipasang kepingan CD ataupun DVD bekas, dengan bagian yang bisa memantulkan cahaya menghadap matahari. Burung pipit akan silau ketika mendekati lahan sawah.
  • Membuat layang-layang menyerupai burung elang yang terbuat dari plastik bekas warna hitam, atau menggantung beberapa burung elang mainan anak yang banyak dijual di pasar. Cara ini terbukti efektif mengusir burung pipit.
  • Menggunakan rendeman buah jengkol. Jengkol diredam beberapa hari, setelah keluar bau menyengat jengkol dan air rendaman dimasukkan ke dalam botol dan diletakan di beberapa sudut sawah. Bau menyengat jengkol akan mengusir burung pipit dari sawah.
  • Menggunakan  buah serut. Buah serut dicuci bersih, ditumbuk sampai halus, dan direndam dalam air sekitar 24 jam, dengan perbandingan 3 kilogram buah serut dan 10 liter air. Buah serut itu disaring dengan kain kasa. Formula itu lalu disemprotkan pada tanaman padi dua kali seminggu. Bisa juga dengan menyemprotkan larutan umbi gadung dan brotowali.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com