Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
wbs
pustaka
Suplemen Sinta
Katam
cybex

Media Sosial

Counter Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini272
mod_vvisit_counterKemarin749
mod_vvisit_counterMinggu ini4325
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir4852
mod_vvisit_counterBulan ini14099
mod_vvisit_counterBulan Terakhir20712
mod_vvisit_counterSemua hari701361

Online (20 menit yang lalu): 13
IP Anda: 54.162.105.6
,
Hari ini: 21 Apr, 2018
Nematoda Entomopatogen Pengendali Hayati Hama Tanaman PDF Cetak E-mail
Oleh Sumarmiyati   
Selasa, 20 Februari 2018 10:48

Penggunaan nematoda entomopatogen untuk pengendalian hama secara hayati merupakan salah satu alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan. Salah satu patogen serangga yang sudah dimanfaatkan dalam pengendalian serangga hama adalah nematoda Steinernema spp. dari ordo Rhabditidae.

Steinernema spp. siklus hidupnya memiliki 3 macam stadium yaitu telur, larva (juvenil), dan dewasa. Juvenil memiliki empat stadium yaitu : juvenil stadium I (JI), juvenil stadium II, juvenil stadium III, dan juvenil stadium IV. Pergantian stadium ditandai dengan terjadinya pergantian kulit. Juvenil stadium III merupakan stadium infektif yang hidup bebas di luar inang tempat awal juvenil ini dihasilkan, biasanya tahan terhadap lingkungan yang buruk, dan merupakan stadium yang mampu menginfeksi inang baru sehingga disebut juvenil infektif.

Nematoda entomopatogen Steinernema spp. sangat ideal dikembangkan sebagai agensia pengendalian hayati serangga hama, karena memiliki keunggulan, antara lain : aktif mencari mangsa, memiliki virulensi tinggi, kisaran inang luas, mudah dibiakkan di media buatan, mudah diaplikasikan, tidak bersifat racun terhadap lingkungan, dan bersifat kompatibel dengan beberapa jenis pestisida sintetik.

Steinernema spp. mampu menginfeksi serangga hama dalam waktu yang relatif cepat 24-72 jam yang mengakibatkan serangga mengalamai kematian. Juvenil infektif (JI) masuk melalui lubang-lubang alami pada tubuh serangga seperti mulut, anus, integumen, dan spirakel. Nematoda bersimbiosis dengan bakteri simbion dalam tubuh serangga dan mengeluarkan enzim yang bersifat toksis bagi serangga hama. Mekanisme patogenisitas nematoda entomopatogen genus Steinernema terjadi melalui simbiosis dengan bakteri pathogen Xenorhabdus.

Infeksi dilakukan melalui mulut, anus, spirakel ataupun penetrasi langsung membran intersegmental integumen yang lunak. Setelah mencapai haemocoel serangga, bakteri simbion yang dibawa akan dilepaskan ke dalam haemolim untuk berkembangbiak dan memproduksi toksin yang mematikan. Dua faktor ini menyebabkan nematoda entomopatogen mempunyai daya bunuh yang sangat cepat. Senyawa antimikrobia ini mampu menghasilkan lingkungan yang sesuai untuk reproduksi nematoda dan bakteri simbionnya sehingga mampu menurunkan dan mengeliminasi populasi mikroorganisme lain yang berkompetisi mendapatkan makanan di dalam serangga mati.

Penelitian penggunaan Steinernema spp. sebagi agens pengendali hayati tanaman menunjukkan hasil yang memuaskan. Steinernema terbukti efektif untuk mengendalikan hama dari ordo Lepidoptera maupun Coleoptera seperti ulat grayak Spodoptera litura pada sawi atau kubis; Helicoverpa armigera pada bawang merah; ulat tanah Agrotis Epsilon pada tomat, jagung, padi, tebu dll; larva Kumbang badak Oryctes rhinoceros pada tanaman kelapa; Plutella xylostella pada kedelai; Croccidolomia binotalis pada kubis, sawi,dll.

Sumber Bacaan :

  1. Adams, B.J and K.B.Nguyen. 2002. Taxonomy and Systematics. Entomopathogenic Nematology. CABI Publishing, UK.
  2. Kaya, H.K. and R. Gaugler. 1993. Entomopathogenic Nematodes. Annual sp.). Annual Review of Entomology 38 : 181-206.
  3. Gaugler, R. 2002. Entomopathogenic Nematology. CABI Publishing.UK.
  4. Sumarmiyati. 2006. Patogenesitas Nematoda Entomopatogen Steinernema carpocapsae Terhadap Larva Instar Tiga Kumbang Badak (Oryctes rhinoceros). Skripsi. FPN UGM Yogyakarta.
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com